Kemenperin Perketat Aturan TKDN Dorong Kemandirian Pembangunan

0
666

(Berita Daerah – Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan terus berupaya memperketat aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna mendorong kemandirian pembangunan industri dan infrastruktur dalam negeri. Melalui kebijakan ini diharapkan pembangunan nasional dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang terkandung di dalam negeri.

Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Rabu (8/7) menegaskan jika tidak ada alasan untuk tidak melakukannya, Pembangunan nasional harus dilakukan dengan cara dan barang-barang modal yang dimiliki negara karena telah mampu melakukannya. Selain itu melalui kebijakan ini dapat memberikan kesempatan bagi industri-industri nasional untuk berkontribusi terhadap pembangunan.

Menperin mengungkapkan bahwa penggunaan produk dalam negeri untuk belanja pemerintah diperhitungkan sangat potensial untuk menumbuh kembangkan dan menguatkan struktur industri manufaktur. Hal tersebut dapat terlihat dari penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015.

Pemerintah pusat menganggarkan belanja modal di tahun 2015 sebesar Rp290 triliun atau mencapai 14,22 persen dari total anggaran pemerintah pusat yang mencapai Rp2.039,5 triliun. Sedangkan untuk kebutuhan belanja modal seluruh perusahaan BUMN pada 2015 mencapai Rp300 triliun.

Menperin menambahkan jika anggaran tersebut milik Indonesia sehingga harus berani mengambil kebijakan untuk menggunakan dana sendiri bagi kemandirian pembangunan sekaligus menggerakkan industri dalam negeri. Dengan cara seperti itu diharapkan dapat memberikan manfaat sepenuhnya bagi rakyat dan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Saat ini terdapat beberapa proyek infrastruktur yang telah menerapkan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yakni diantaranya Usaha Hulu Migas yang dikoordinasikan oleh SKK Migas dan dilakukan oleh Kontrak Karya Kerjasama (K3S) di bawah Kementerian ESDM.

Read More

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD
Editor : Eni Ariyanti
image: ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here