Penerapan 3S Dan 3M Pada Aparat Keamanan, Berdampak Positif

0
2838
Panglima TNI Jend Moeldoko, KSAD Jend Gatot Nurmantyo Dan Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo Saat Presiden Jokowi Diangkat sebagai Warga Kehormatan TNI Di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, 16 April 2015. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Wujud nyata keterbukaan institusi khususnya pada aparat keamanan yang memiliki upaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dengan semboyan “Bersama rakyat, TNI kuat”.

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal TNI Doni Monardo menghimbau masyarakat agar tidak ragu-ragu memberikan masukkan atau menegur langsung prajurit yang tidak ramah atau senyum.

Dengan menerapkan budaya senyum, sapa dan salaman (3S) dan melarang 3M yaitu melotot, marah, dan memukul, budaya 3S ini telah diterapkan oleh Jenderal bintang dua tersebut dalam memberikan keteladanan baik terhadap prajurit maupun kepada masyarakat dan diharapkan dapat diterapkan kepada seluruh komandan TNI.

Mayjen Doni mengatakan, prajurit harus selalu ramah dengan masyarakat dalam segala kesempatan, saat ini, Kopassus sedang memiliki program dengan melakukan pembinaan terhadap warga dan pemberian bantuan terhadap masyarakat dalam bentuk rehabilitasi jalanan, pembenahan siskamling dan bantuan 1.000 jamban.

Perubahan positif yang dilaksanakan Kopassus pada pihak luar, menimbulkan sikap simpati dan keberadaannya mendapat dukungan penuh yang selama ini dikenal menakutkan tetapi berubah jadi jadi ramah dan membantu masyarakat.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here