Penyerapan Anggaran Pemerintah Alami Peningkatan Sudah Mencapai 41%

0
678
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro Bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Dalam Rapat terbatas Mengenai Dana Talangan Lumpur Lapindo. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Efek multiplier atau efek pengganda menjadi perhatian pemerintah saat ini, sebab efek multiplier dapat memberikan pengaruh terhadap pendapatan nasional, penyerapan belanja modal dari kementerian/lembaga (K/L) pada semester I – 2015 menunjukkan pemakaian yang kurang maksimal.

Sampai dengan akhir Juni 2015, penyerapan belanja negara baru mencapai sebesar 39% dari alokasi dana anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

Berdasarkan data dari kementerian keuangan, alokasi dana tersebut sebesar Rp 1.984,1 triliun, tetapi serapan anggaran belanja negara pada semester I – 2015 baru mencapai Rp 773,9 triliun meningkat sebesar 1,8% dari penyerapan anggaran pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 759,9 triliun.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa tercatat sebanyak 29 K/L memiliki kualitas belanja yang rendah pada semester I-2015 dibawah 20%, 16 K/L dengan kualitas penyerapan anggarannya sedang dalam kisaran 20%-26,1% dan sisanya sekitar 40 K/L masuk dalam penyerapan anggaran tinggi diatas 26,2%.

Dengan upaya pemerintah pusat mempercepat kementerian/lembaga melakukan belanja modal maka sampai dengan (15/7) lalu, penyerapan anggaran mengalami peningkatan mencapai Rp 820 triliun atau sebesar 41% dari total APBN-P 2015.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan sampai dengan akhir tahun 2015, maka penyerapan anggaran akan mencapai 96%, pemerintah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2015 akan meningkat dibandingkan kuartal I-2015 yang hanya 4,7%.

 

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here