Presiden Jokowi Minta K/L Fokus Mengurusi Penyerapan Anggarannya

0
957
Presiden Joko Widodo Dan Wakil Presiden Jusuf Kalla Memimpin Sidang Kabinet Paripurna Membahas RAPBN 2016 dan Penyederhanaan Bantuan Sosial di Kantor Presiden, 4 Agustus 2015. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Sampai dengan semester I-2015, penyerapan anggaran kementerian/lembaga (K/L) baru mencapai 26% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 dengan realiasasi anggaran baru sebesar Rp 208,5 triliun, sedangkan belanja modal K/L sampai dengan 31 Juli 2015 baru mencapai 20%.

Presiden Joko Widodo meminta agar para menteri berkonsentrasi penuh memastikan serapan anggaran di masing-masing kementerian/lembaga karena berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kembali ditegaskan agar kinerja kabinet dapat optimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan, dengan minimnya belanja modal tersebut, Presiden meminta para menterinya untuk tidak pergi kemana-mana dulu, tetapi mengurusi penyerapan anggaran kementerian masing-masing.

Belanja modal yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp 280 triliun. Anggaran tersebut sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kondisi di tengah perlambatan yang selama semester I-2015 hanya tumbuh 4,7%.

Presiden mengakui bahwa penyerapan anggaran kementerian dalam lima bulan terakhir belum signifikan, tetapi dirinya optimistis penggunaan anggaran untuk program andalan pemerintah bisa terlaksana hingga mencapai target 100%.

Berikut data serapan anggaran 5 terendah kementerian berdasarkan data dari Center for Budget Analysis (CBA) :

1). Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi sebesar 3.7%

2). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebesar 9.0%

3). Kementerian Tenaga Kerja sebesar 9.2%

4). Kementerian Dalam Negeri sebesar 10.4%

5). Kementerian Perhubungan sebesar 10.7%

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here