Menjaga Cadangan Devisa Sebagai Kekuatan Pemerintah Ditengah Kelesuan Perekonomian

0
671
Presiden Joko Widodo Bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla Memimpin Sidang Kabinet Paripurna Membahas Usulan Kebijakan Dalam Rangka Penguatan Ekonomi Nasional. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Dalam upaya mendorong peningkatan devisa, pemerintah sedang belajar dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa perlunya menjaga cadangan devisa ditengah lesunya perekonomian nasional dengan membatasi impor untuk kebutuhan yang penting-penting saja dan menjaga agar ekspor dapat terjaga.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sampaikan bahwa kondisi saat ini cadangan devisa pemerintah masih pada level aman untuk tidak mengimpor enam bulan ke depan, tetapi pemerintah masih perlu untuk menambah cadangan devisa, ungkapnya Selasa (22/9).

Bambang menilai bahwa saat ini, pemerintah memerlukan sistem yang baik agar ekonomi dapat berjalan dengan lancar dan pengunaan barang tidak untuk keperluan luxuries, ungkapnya di Kantor Wakil Presiden.

Disisi lain, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa hingga Senin (21/9) mencapai USD 103 miliar berkurang jika dibandingkan dengan akhir Agustus 2015 yang nilainya sebesar USD 105,3 miliar.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here