Presiden Jokowi Mengundang Prajurit Yang Berjasa Menemukan Jenazah Pahlawan Revolusi Ke Istana Negara

0
2036
Presiden Jokowi Bertemu Dengan Prajurit Marinir Yang Menemukan Jenazah Korban G30SPKI Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967, Pemerintah menetapkan tanggal 1 Oktober menjadi Hari Kesaktian Pancasila.

Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh pemerintah untuk menanamkan pesan di hati seluruh masyarakat Indonesia bahwasanya Pancasila sebagai ideologi negara tidak akan pernah tergantikan oleh paham apapun di Bumi Pertiwi.

Tahun ini, Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2015 bertempat di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sedangkan, yang bertindak sebagai komandan upacara adalah Kapolresta Depok,  Polda Metro Jaya,  Kombes Polisi Dwiyono.  Teks Pancasila dibacakan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan, Pembacaan Pembukaan UUD RI 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Irman Gusman dan penandatangan Ikrar oleh Ketua DPR RI Setya Novanto.

Upacara yang dihadiri oleh 1029 peserta ini, terdiri atas Pasukan upacara TNI dan Polri Pasukan Upacara Mahasiswa,  KNPI,  dan Pramuka,  serta Pasukan Upacara pelajar tingkat SD,  SMP,  dan SMA/SMK.

Yang menjadi istimewa adalah upacara hari ini merupakan peringatan ke 50 tahun Kesaktian Pancasila yang memiliki tema Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila. Disamping itu juga, pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi bertemu dengan anggota keluarga jenazah korban G30S/PKI serta 3 prajurit marinir yang terlibat dalam pengangkatan jenazah tersebut yang nantinya diundang Presiden untuk bertemu di Istana Kepresidenan.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan mengatakan bahwa 50 tahun yang lalu jenazah para korban G30S/PKI ditemukan oleh prajurit Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau yang saat ini dikenal sebagai Kopassus yang kemudian meminta bantuan dari prajurit Marinir untuk masuk ke dalam sumur Lubang Buaya ini, Luhut menyampaikan bahwa sebagai seorang yang juga tentara bahwa dirinya terharu atas ide murni dari Presiden Jokowi memanggil para prajurit tersebut, ungkapnya Kamis (1/10) di Lubang Buaya, Jakarta.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here