Upaya Pemerintah Tingkatkan Moda Transportasi Massal, Presiden Pastikan Proyek MRT Masih Sesuai Jadwal

0
1522
Presiden Joko Widodo Meninjau Proyek Pengeboran MRT Jakarta. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Kamis (8/10) meninjau perkembangan pengeboran terowongan MRT di Patung Pemuda Senayan, Jakarta.

Pengerjaan fisik MRT yang telah dilakukan sejak 2013, tahap pengerjaan MRT kali ini memasuki proses pembuatan terowongan bawah tanah untuk rute fase II di koridor Selatan – Utara, terdapat terowongan bawah tanah yang menghubungkan Bundaran Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Pada 21 September 2015 lalu, Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian mesin pengeboran atau tunnel boring machine (TBM) yang pertama dan dinamakan Antareja. Mesin bor Antareja tersebut merupakan mesin yang pertama dioperasikan dari total empat mesin yang akan beroperasi dari proyek MRT. Mesin tersebut dioperasikan oleh kontraktor paket pekerjaan CP 104 dan CP 105 (Senayan-Setiabudi) yaitu SOWJ Joint Venture yang terdiri dari Shimizu, Obayashi, Wijaya Karya dan Jaya Konstruksi.

Mesin yang diproduksi oleh perusahaan Jepang – Japan Tunnel Systems Corporation (JTSC) dengan diameter 6,7 meter, panjang 43 meter dan bobot 323 ton. TBM ini dapat mengebor terowongan bawah tanah dengan kecepatan 8 meter per hari.

Presiden sampaikan pembangunan MRT yang pembangunannya masih sesuai schedule ini, merupakan peradaban baru dalam transportasi massal di bawah tanah dan menjadi sejarah sehingga Presiden ungkapkan agar pembangunan MRT ini perlu menjadi perhatian khususnya terkait dengan regulasi dan kepemilikannya agar kedepannya tidak menjadi masalah, ungkapnya, Kamis (8/10).

Dengan adanya pembangunan MRT ini, Presiden sampaikan rasa senangnya karena selain mendapatkan kemajuan dalam transportasi massal juga mendapatkan transfer of technology serta transfer of knowledge yang dapat menjadi wawasan baru bagi tenaga ahli maupun insinyur untuk menjadikan terowongan langsung setelah dibor dan blok semen.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang bawah tanah kedepannya, Presiden katakan bahwa diperlukan regulasi baru yang mekanismenya diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk membuatnya, ungkap Presiden usai melakukan peninjauan di jalur bawah tanah MRT Jakarta.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here