Jumlah Wisman Di Indonesia Sampai Dengan Agustus 2015 Melebih Target atau Sebesar 103%

0
580
Menteri Pariwisata Arief Yahya. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Untuk memberikan berbagai kemudahan dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman), pemerintah mengandalkan 10 destinasi atau tujuan wisata prioritas di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa sampai dengan Agustus 2015, jumlah Wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 6,3 juta orang atau 103% dari target yang ditetapkan sebanyak 6.150.000 orang.

Arief sampaikan bahwa target wisman tahun ini sebesar 10 juta, dan diharapkan akan tercapai sampai dengan akhir tahun ini, sehingga tahun depan target kunjungan wisman akan ditambah menjadi 12 juta, ungkapnya usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Kamis (15/10).

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah siapkan strategi dengan memberikan fasilitas bebas visa kunjungan atau BVK kepada lebih dari 90 negara wisatawan yang diprediksi dapat meningkatkan jumlah wisman.

Dari fasilitas BVK ini, diprediksi setiap tahun jumlah wisman akan meningkat sebesar 1 juta per tahun yang dimulai tahun 2016 dengan asumsi 1 juta wisman pertahun dengan devisa yang dihasilkan Rp 1 miliar, ungkap Arief.

Tahun 2014 devisa sektor pariwisata mencapai USD 10 miliar, tahun 2013 devisa 9,4 miliar, 2014 devisa mencapai 10 miliar, pada tahun 2015 diharapkan dapat mencapai USD 12 miliar. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan kemudahan bagi Wisman untuk masuk ke Indonesia menggunakan perahu pesiar atau yacht.

Pada tahun-tahun sebelumnya akibat adanya aturan CAIT maka rata-rata wisman bisa masuk ke Indonesia perlu waktu rata-rata selama 3 minggu, sekarang aturan tersebut telah dicabut, dan memberlakukan standar aturan dunia yaitu CIQP (Custome, Imigration, Quarantine, Port) dimana orang masuk ke Indonesia hanya membutuhkan waktu sehari saja.

Mengenai perahu pesiar atau yacht, Kementerian Pariwisata memproyeksikan tahun depan sebanyak 3000 yacht akan masuk ke Indonesia atau setara dengan lebih dari Rp 303 triliun karena 1 yatch spending rata-rata sebesar Rp 1 miliar dan pada tahun 2019 nanti di prediksikan 5000 yatch yang masuk dengan devisa sebesar USD 500 juta, ungkap Arief.

Kementerian Pariwisata juga telah mengeluarkan regulasi Kementerian Perhubungan yang terkait dengan asas cabotage, kapal yang beroperasi di Indonesia harus berbendera Indonesia, Pemerintah membatasi cruise yang datang ke Indonesia hanya boleh menurunkan penumpang di lima pelabuhan besar yaitu Makassar, Benoa, Tanjung Perak, Tanjung Priok dan Belawan.

Saat ini, orang Indonesia yang ingin melakukan cruising tidak perlu lagi ke Singapura, tetapi bisa di Indonesia, hanya dengan tinggal fly ke suatu tempat dan dilanjutkan cruise sampai ke Kualanamu, Belawan, Tanjung Priok dan sebagainya.

Diproyeksikan peningkatan akan mencapai 1000 cruise yang datang ke Indonesia, dimana tahun 2014 hanya 400 yang datang, diproyeksikan jika 1000 cruise datang penambahan devisa Indonesia mencapai USD 300 juta.

Dengan adanya deregulasi tiga kebijakan terkait pariwisata, Menteri Pariwisata mengharapkan ada penambahan devisa sebesar USD 1,8 miliar Amerika Serikat atau hampir USD miliar dollar.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here