Melalui Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V, Perusahaan Properti Lokal Diluar Negeri Hanya Membayar Pajak 1 Kali

0
1082
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution Bersama Kepala BKPM Frangky Sibarani Memberikan Keterangan Pers Mengenai Investasi Di Indonesia. FOTO : VIBIZMEDIA/COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Pemangkasan pajak ganda menjadi instrumen keuangan yang dilakukan pemerintah dalam menarik investasi khususnya pada perusahaan properti diluar negeri untuk kembali ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan devaluasi aset tersebut dimana perusahaan properti membentuk perusahaan baru khusus untuk mengelola asetnya, yang bertugas mengelola aset untuk bermain di pasar modal terutama di Singapura.

Darmin sampaikan sebelumnya bagi perusahaan properti dan anak usahanya pemerintah kenakan pajak, tetapi dengan adanya Kontrak Investasi Kolektif dari Dana Investasi Real Estate (KIK-DIRE) ini, perusahaan hanya perlu membayar satu kali pajak yang dulunya double sehingga pajak bergandanya hilang.

Ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat pasar modal Indonesia dan agar segera direalisasikan Kementerian Keuangan akan segera menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pekan depan, sehingga perusahaan properti tidak dikenakan dua kali pajak.

Disamping itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sampaikan terkait PPh, maka KIK DIRE dianggap satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dengan perusahaan yang dibentuk, tidak ada pengenaan PPh atas deviden dari special purpose company kepada KIK DIRE, jika ada penjualan underline asset berupa tanah dan bangunan, kepada KIK DIRE atau sejenisnya lewat special purpose company, maka tidak dikenai PPh final pasal 4 ayat 2 dari UU PPh, ungkap Bambang, Kamis (22/10).

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here