Tarif PPh Dalam Revaluasi Aset Bagi Perusahaan Mendaftar Hingga Akhir Tahun Ini, Hanya Sebesar 3%

0
832
Rapat Terbatas Membahas Ekonomi Dipimpin Oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Dengan diluncurkannya paket kebijakan ekonomi jilid V, dapat memberikan keuntungan yang cukup besar terhadap penerimaan negara melalui setoran penerimaan pajak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan insentif pajak berupa potongan Pajak Penghasilan (PPh) badan untuk perusahaan yang melakukan revaluasi aset bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Darmin sampaikan revaluasi tersebut adalah penilaian kembali aset yang dimiliki suatu entitas sehingga mencerminkan nilai aset sekarang, ungkap Darmin dalam konferensi pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Kamis (22/10).

Sampai saat ini, yang menjadi kendala adalah sisi tarif pajak yang dikenakan saat revaluasi, karena itu pemerintah berikan keringanan sampai dengan tahun 2016 dengan tarif pajak yang lebih baik jika proses revaluasi dilakukan dengan cepat oleh perusahaan.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan pengaruhnya akan terlihat terhadap penerimaan pajak tahun ini, mengenai berapa jumlah penambahannya, dirinya belum dapat memberikan angkanya dengan status potensinya cukup bagus dan pemerintah berusaha untuk mulai promosi ke calon-calon pemakai.

Sebagian besar perusahaan tidak mau melakukan revaluasi aset karena tarif pajaknya cukup tinggi. Perlu diketahui, jika revaluasi aset ini dilakukan khususnya untuk aset properti, maka bisa membuat nilai aset perusahaan meningkat.

Tarif PPh yang dikenakan insentif potongan yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan dalam revaluasi aset menjadi revaluasi aset hingga 31 Desember 2015, tarif PPh 3%, revaluasi aset 1 Januari hingga 30 Juni 2016, tarif PPh 4% dan revaluasi aset 1 Juli hingga 31 Desember 2016, tarif PPh 6%, dimana sebelumnya revaluasi aset normal dikenakan tarif 10%.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here