Investasi Tiongkok Di Indonesia Kuartal III-2015 Mencapai USD 245,75 Juta

0
748
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Berdasarkan data peringat investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Tiongkok periode kuartal ketiga 2015 menduduki peringat ke lima dengan jumlah proyek mencapai 300 proyek, realisasi investasi mencapai USD 245,75 juta.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan bahwa nilai investasi tersebut mengalami kenaikan sebesar 151% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berada pada level USD 97,5 juta.

Franky sampaikan rasio komitmen dan realisasi Tiongkok masih rendah berada pada kisaran 10%. Selama ini, Tiongkok berada diluar 10 besar negara sumber investasi melesat menduduki peringkat kelima dalam periode kuartal ketiga tahun 2015.

Ini adalah list realisasi negara penanaman modal asing (PMA) yang berhasil dicatat oleh BKPM yaitu Singapura sebesar USD 1,24 miliar, Jepang sebesar USD 917 juta, Belanda sebesar USD 494 juta, Malaysia sebesar USD 322 juta dan Tiongkok sebesar USD 245 juta.

Naiknya realisasi investasi Tiongkok menjadi hal positif dan menunjukkan upaya dari pemerintah yang mulai menghasilkan buah. Saat ini, BKPM sangat terbantu dengan telah memiliki marketing officer untuk mengawal minat investasi dari Tiongkok.

Dengan jumlah investasi sebesar USD 92 juta, dalam kurun waktu periode kuartal III – 2015 menunjukkan investasi Tiongkok masuk ke sektor primer yang mencakup tanaman pangan dan perkebunan yang diikuti oleh sektor industri barang logam, logam dasar, mesin dan elektronik dengan jumlah investasi mencapai USD 57 juta serta industri makanan mencapai USD 14 juta.

Berdasarkan data kumulatif berasal dari BKPM, sampai dengan periode Januari – September 2015, dengan jumlah proyek mencapai 705 proyek, realisasi investasi Tiongkok mencapai USD 406 juta, sedangkan realisasi investasi kumulatif Januari – September 2015 mencapai Rp 400 triliun meningkat 16,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 342 triliun.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here