Indonesia Sambut Perdagangan Bebas Dengan Ikut Bergabung Trans Pasific Partnership

0
573
Pertemuan Bilateral Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama Di Gedung Putih. FOTO : SETPRES/LAILY

(Vibizmedia – Nasional) Keinginan pemerintah Indonesia untuk ikut bergabung dalam pasar bebas Asia Pasific atau yang dikenal Trans Pasific Partnership (TPP) bersama Amerika Serikat.

Keinginan tersebut dinyatakan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat pertemuan bilateral di Gedung Putih, Washington DC, Senin (26/10) waktu setempat.

Trans Pacific Partnership  (TPP) atau Kemitraan Trans Pasifik  adalah suatu konsep perdagangan bebas yang menjadikan lautan Pasifik sebagai wahana di mana barang, jasa dan investasi bebas bergerak, diyakini akan menjadi salah satu fokus utama dalam Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Perdagangan antar negara-negara di Asia Pasifik ini, meliputi 12 negara yang terdiri dari Amerika Serikat, Jepang, New Zealand, Australia, Kanada, Chile, Malaysia, Singapura, Brunei, Vietnam, Meksiko dan Peru.

Mempunyai mekanisme penyelesaian sengketa antara negara dengan investor asing dengan perjanjian dagang yang berstandar paling tinggi dan paling komplit termasuk mengatur hak kekayaaan intelektual serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Mantan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi yang sekarang menjabat Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kepala Sawit Bayu Krisnamurthi menilai tepat keinginan Presiden Joko Widodo bergabung menjadi anggota TPP yang akan banyak mendapatkan kemudahan dan manfaat yang bisa didapat dalam perdagangan multilateral.

Pembebasan tarif saat ekspor barang ke anggota TPP adalah salah satu manfaat yang didapat ketika masuk menjadi anggota, Bayu mencontohkan bahwa negara-negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Vietnam sudah ikut bergabung dalam TPP.

Selain itu, ketika mengirimkan barang ke negara-negara di Asia Pasifik mendapatkan fasilitas free dan bisa langsung masuk, ungkapnya, Selasa (27/10). Dampak lainnya, barang-barang yang berasal dari Indonesia dapat ikut bersaing di Asia Pasifik.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela
Pic           : Setpres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here