Langkah Pemerintah Dorong Investasi Sektor Tekstil dan Sepatu Guna Menyerap Tenaga Kerja

0
668
Presiden Joko Widodo Bersama Kepala BKPM Franky Sibarani dan Gubernur Jawa Timur Soekarwa Meluncurkan Program Penciptaan Lapangan Kerja dan DeepSea Port di Gersik Jatim. FOTO : SETPRES/CAHYO

(Vibizmedia – Nasional) Guna mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 24.509 tenaga kerja, Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melakukan fasilitasi terhadap 48 perusahaan.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan dengan meluncurkan desk khusus pada tanggal 9 Oktober 2015 untuk memfasilitasi investor sektor tekstil dan sepatu yang sudah beroperasi dan menghadapi permasalahan sehingga tidak terjadi PHK.

Franky sampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penanganan terhadap 48 perusahaan tersebut dengan membagi menjadi tiga bagian utama yang terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu jangka pendek, menengah dan panjang.

Kesulitan membayar listrik, masalah jangka pendek yang dilaporkan kepada desk khusus, pihak BKPM memfasilitasinya dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mendapatkan kesempatan pembayaran melalui cicilan, ungkap Franky, Senin (30/11).

Langkah menengah fokus pada pemberantasan impor ilegal, pihak BKPM telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk penindakan terhadap barang impor ilegal, sedangkan langkah jangka panjang adalah peningkatan daya saing ekspor melalui perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Bagi investasi atau industri sepatu dan garmen yang berlokasi di Jawa senilai Rp 50 miliar dan menyerap tenaga kerja hingga 2.000 pekerja, BKPM mengusulkan adanya insentif berupa tax allowance dan subsidi PPh 21 sebesar 50%, sedangkan bagi industri yang sama dengan penyerapan tenaga kerja maksimal mencapai 5.000 pekerja dengan prosentase ekspor subsidi PPh 21 mencapai 75%.

Sampai saat ini, sektor industri tekstil dan sepatu mampu menyerap 6,2 kali dari daya serap sektor lainnya atau sebesar 106.103 tenaga kerja efektif, setara dengan penyerapan 17.124 tenaga kerja Indonesia per Rp 1 triliun investasi yang dilakukan di sektor.

Realisasi investasi sektor sepatu dan tekstil sepanjang periode Januari – September 2015 mencapai Rp 11,55 triliun yang terdiri dari sektor tekstil sebesar Rp 9,8 triliun meningkat 148% dari periode yang sama tahun sebelumnya sedangkan sektor alas kaki/sepatu mencapai Rp 1,6 triliun atau turun 35% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here