Semakin Kompleksnya Dunia Industri, BI dan OJK Wujudkan Sistem Informasi Debitur LAKU

0
757
Duta Besar Duta Besar Indonesia untuk Swiss merangkap Liechtenstein Muliaman D. Hadad. FOTO : VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia – Nasional) Dalam upaya memperkuat kerja sama dan koordinasi pengembangan dan pengelolaan Sistem Informasi Debitur (SID), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) wujudkan Sistem Informasi Debitur yang lengkap, akurat, kini dan utuh (LAKU).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan bahwa fungsi, tugas dan wewenang pengelolaan, pengaturan dan pengembangan sistem informasi antar bank yang dapat di perluas dengan menyertakan lembaga lain di bidang keuangan dialihkan dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan sejak tanggal 31 Desember 2013.

Muliaman mengatakan kerja sama dua lembaga tersebut diwujudkan melalui penandatangan Surat Keputusan bersama antara Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad.

Dalam upaya membangun sistem aplikasi, masa transisi mulai dari tanggal 31 Desember 2013, implementasi SID dan Sistem Layanan Industri Keuangan di OJK paling lambat tanggal 31 Desember 2017.

Pengelolaan Sistem Informasi Debitur tersebut meliputi:

  1. Penyempurnaan dan penerbitan ketentuan.
  2. Persetujuan sebagai Pelapor dalam Sistem Informasi Debitur.
  3. Pengawasan Pelapor dan pengendalian kualitas data.
  4. Pengenaan sanksi.
  5. Penyediaan informasi.
  6. Penanganan keluhan debitur
  7. Pelayanan bantuan (helpdesk) kepada Pelapor dalam Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia dan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan, serta administrasi dan manajemen user bagi Pelapor dalam Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia dan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan.
  8. Pemeliharaan.
  9. Pelaksanaan kerjasama dengan pihak eksternal baik domestik maupun internasional.

Selesai implementasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, Bank Indonesia tetap akan mempunyai akses penuh, berkesinambungan, dan seamless terhadap aplikasi dan data informasi SLIK.

Kedepannya dengan membangun SLIK bertujuan akan menggantikan SID untuk mendukung kebutuhan industri yang semakin kompleks serta mendukung pelaksanaan tugas baik tugas OJK maupun tugas BI serta tugas lembaga terkait lainnya dengan optimal, ungkap Muliaman, Kamis (3/12).

Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here