DIPA 2016 Meningkat 5,6%, Presiden Tegaskan Bulan Januari Kegiatan Sudah Harus Dimulai

0
781
Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dan Anugerah Daerah Berprestasi Penerima Dana Intensif Daerah oleh Presiden RI Joko Widodo Tahun Anggaran 2016 di Istana Negara, 14 Desember 2015. FOTO : SETPRES/LAILY

(Vibizmedia – Nasional) Dalam rangkaian proses pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2016, Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) dan memberikan penganugerahan daerah berprestasi penerima Dana Insentif Desa (DID) tahun 2016.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dengan telah disepakati APBN tahun anggaran 2016 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah, Presiden mendorong agar proses pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran dapat berlangsung lebih cepat, lebih merata dan memberikan dampak multiplikasi yang lebih besar pada kegiatan perekonomian.

Presiden sampaikan terjadi peningkatan sebesar 5,6% atau sebesar Rp 2.097,7 triliun pada belanja negara dalam APBN 2016 dibandingkan dengan APBN tahun 2015. Ditegaskan agar tahun 2016, pelaksanaan kegiatan sudah mulai dilakukan, sejak bulan Januari agar tidak terhambat atau mundur yang mengakibatkan terjadinya kontraksi ekonomi, ungkap Presiden Jokowi, Senin (14/12).

Pemerintah mengalokasikan sebesar Rp 784,1 triliun atau sebesar 37,4% untuk kementerian/lembaga, sekitar Rp 770,2 triliun atau sebesar 36,7% yang akan ditransfer kedaerah dan dana desa, sedangkan sisanya sebesar Rp 541,4 triliun atau sebesar 25,8% akan dialokasikan melalui kementerian keuangan selaku bendahara umum negara.

Presiden tegaskan bahwa pemerintah daerah harus sudah meninggalkan pola-pola birokrasi lama, dengan diserahkannya DIPA hari ini, diharapkan penyerapan belanja tidak menumpuk diakhir tahun, tetapi dapat dimulai sejak Januari tahun depan dan merata sepanjang tahun.

Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here