Jelang Bonus Demografi di Indonesia, Pemerintah Siapkan Program Keluarga Berencana

0
564
Presiden Joko Widodo Membuka Internasional Conference on Family Planning di Bali, 25 Januari 2016. FOTO : SETKAB

(Vibizmedia – Nasional) Dengan banyaknya tantangan ke depan yang semakin berat serta perubahan dunia yang semakin komplek dan ekstrem. Negara memerlukan kualitas hidup warga yang sehat dan prima.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa generasi yang berkualitas, berkarakter serta berbudi luhur dan cinta sesama dilahirkan oleh ibu, anak dan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Presiden sampaikan bahwa keluarga berencana menjadi investasi strategis untuk memastikan generasi masa depan dalam mencapai tujuan yang berkelanjutan, keamanan global serta kemakmuran dunia, ungkapnya dalam pembukaan Internasional Conference on Family Planning, Senin (25/1).

Saat ini, dengan tantangan dan tanggung jawab yang dihadapi keluarga-keluarga Indonesia yang semakin besar, Pemerintah sedang bekerja keras untuk merevitalisasi Program Keluarga Berencana, terkait masalah kependudukan dimana pertambahan penduduk Indonesia tumbuh sekitar 3 juta jiwa per tahun atau pada tahun 2014-2015 tumbuh sekitar 1,32%.

Diprediksikan hingga tahun 2020 – 2030, Indonesia akan mendapat bonus demografi, dengan penduduk umur produktif dan usia muda semakin kecil usia lanjut yang sedikit. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah mendorong dengan program aksi yang bersifat lokal dengan melibatkan partisipasi warga melalui pendekatan Kampung Keluarga Berencana (KKB) di seluruh Indonesia.

Selain itu, juga meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang, disebabkan dengan alat kontrasepsi jangka pendek dalam bentuk pil dan suntik serta akseptor, warga sering kali lupa sehingga angka keluarga berencana menjadi meningkat, ungkap Presiden.

Pemerintah siapkan program keluarga berencana tersebut dengan harga terjangkau atau bahkan gratis untuk pasangan KB di dukung dengan dilakukannya edukasi masyarakat mengenai KB di gerakan PKK, Posyandu diseluruh desa di Indonesia.

Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here