Tekan Biaya Logistik, Pemerintah Bangun Reaktivasi Jalur Kereta Api Trans Sumatera Medan – Aceh

0
738
Presiden Meninjau Proyek Pembangunan di Aceh. FOTO : SETPRES/BEY

(Vibizmedia – Nasional) Dalam upaya menekan biaya logistik atau transportasi, pemerintah terus fokus pada pembangunan infrastruktur. Presiden Joko Widodo meninjau langsung pembangunan reaktivasi jalur kereta api Trans Sumatera Medan – Aceh antara Stasiun Binjai – Stasiun Besitang sepanjang 80 kilometer.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan agar produk Indonesia dapat bersaing dengan negara lain dan juga agar harga barang menjadi lebih murah.

Sampai saat ini, biaya logistik dan transportasi di Indonesia masih 2 – 2,5 kali lipat dari Malaysia, Singapura dan negara-negara tetangga lainnya, ungkap Presiden Jokowi, Selasa (2/3), saat peletakan batu pertama pembangunan jalan layang kereta api antara Stasiun Medan – Stasiun Bandar Khalipah di Kota Medan sepanjang 8 kilometer.

Inilah yang menjadi alasan pemerintah terus fokus terhadap pembangunan infrastruktur agar terjadi konektivitas pada jalan tol, kereta api dan pelabuhan laut di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Papua.

Sebagai upaya mengurai kemacetan dikota-kota besar, pemerintah bangun transportasi massal ini, yang dalam waktu dekat ini akan dilakukan pembangunan jalan kereta Trans Sumatera dengan reaktivasi jalur-jalur yang sudah ada, sebelumnya karena keterbatasan anggaran makan jalur-jalur tersebut tidak dimanfaatkan.

Total anggaran reaktivasi jalur kereta api antara Stasiun Binjai – Stasiun Besitang sepanjang 1.574,5 kilometer ini merupakan bagian dari pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera Aceh – Medan – Riau ini direncanakan akan beroperasi penuh pada tahun 2021 memiliki total anggaran sebesar Rp 22,08 triliun.

Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here