Pemerintah Terapkan Pengampunan Pajak, Untuk Menarik Wajib Pajak Kembali Ke Indonesia

0
532

(Vibizmedia – Nasional) Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, selama 10 tahun ini,  ada sebanyak 2000 Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia yang tidak membayar pajak karena mengalami kerugian.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pihaknya telah mempunyai data mengenai rekening orang di Indonesia di luar negeri berdasarkan perhitungan atau pemeriksaan pajak dengan rata-rata membayar pajak minimal Rp 75 miliar setahun.

Bambang sampaikan bahwa Kementerian Keuangan telah memiliki skema yang akan diterapkan yaitu pengampunan pajak, dengan harapan rekening dari wajib pajak dapat dikembalikan ke Indonesia.

Mekanisme pengampunan pajak tersebut berbentuk Special Purpose Vehicle (SPV) seperti yang paling populer berada di British Virgin Islands, SPV tersebut menyimpan uangnya disalah satu negara, ungkap Bambang, Senin (21/3).

Dari berdasarkan data yang telah diindentifikasi Kemenkeu bahwa ada sebanyak 6000 warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki bank dan rekeningnya disalah satu negara dan terdapat 2000 SPV yang terkait dengan 6000 WNI tersebut.

Bagi yang yang belum tercatat sebagai aset yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak (SPT) menjadi tugas atau bagian dari Kemenkeu untuk mengejarnya dan harapkan bahwa pemiliknya dengan sukarela melaporkan dan ikut dalam program pengampunan pajak yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Dalam penerapannya, dikarenakan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mempunyai data-data yang berhubungan dengan transaksi, pentingnya dilakukan koordinasi antara Direktorat Jenderal Pajak dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Disamping itu, guna transparansi Dirjen Pajak dan Bea Cukai akan berkoordinasi mengenai data dan pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam bentuk Integrated IT System.

Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here