Presiden Jokowi di Pulau Seribu: Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar, Jawaban Indonesia pada Dunia

0
741

Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar berlangsung di Pulau Karya, Kecamatan Kepulauan Seribu, Kabupaten Kepulauan Seribu, Kamis 14 April 2016. Dalam acara ini Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan menekankan bahwa menjaga kelestarian alam bukanlah sebatas tanam menanam pohon tapi menjaga kelestarian alam harus dipandang dari keseluruhan ekosistemnya. Artinya perlu diperhatikan seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang terikat dalam lingkaran kehidupan.

“Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar adalah jawaban Indonesia atas permintaan dunia kepada kita untuk menjadi paru-paru dunia,” ucap Presiden.

Jokowi lepas tukik

Saat ini tercatat 93 jenis burung yang merupakan bagian dari 236 jenis satwa yang dilindungi di Indonesia. “Dan pencanangan gerakan hari ini kita tandai dengan pelepasliaran 200 ekor tukik penyu sisik, 4 ekor penyu sisik dewasa, 4 ekor elang bondol, dan 200 ekor burung tekukur, cerucuk, dan kutilang,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa semua burung yang akan dilepaskan telah melalui prosedur pelepasliaran termasuk cek kesehatan oleh tim dokter hewan. “Hal seperti ini sering ditanyakan kepada saya karena sering melepas burung di Bogor,” ujar Presiden.

Presiden yang merupakan Sarjana Kehutanan dari UGM menjelaskan bahwa dirinya paham betul mengenai pelepasan satwa ke alam.

Journalist: Nanie                                                                                                                                             Editor: Mark Sinambela                                                                                                                                    Photographer: Mark Sinambela/Vibizmedia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here