Presiden Jokowi pada Groundbreaking PLTU Lontar: Pembangunan 35.000 MW harus dipercepat.

0
987

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Groundbreaking PLTU Lontar 315 MW Unit 4 di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jumat pagi, 10 Juni 2016, mengatakan bahwa pembangunan proyek nasional 35.000 MW harus dipercepat, karena kalau tidak 2019 maka akan terjadi kekurangan pasokan listrik di Jawa dan Bali.

‎Presiden menegaskan bahwa listrik sangat diperlukan bagi kebutuhan industri, seperti pabrik dan hotel. Investor asing tentunya akan berpikir ulang untuk menanamkan modalnya apabila tidak didukung dengan pasokan listrik.  “Pasti akan pindah ke daerah lain atau negara lain. Kalau pabrik nggak ada yang berdiri, industri nggak ada yang berdiri, anak-anak muda kita akan kerja dimana. Betapa pentingnya listrik,” tutur Presiden.‎

Selain itu, listrik juga sangat diperlukan untuk membangkitkan roda ekonomi secara keseluruhan di Indonesia. Usaha-usaha kecil seperti penjahit, usaha kerajinan tradisional tidak bisa berjalan secara optimal.  Hal penting lainnya adalah untuk menunjang proses belajar anak-anak dan generasi muda di Indonesia yang ketika akan belajar di malam hari sangat membutuhkan penerangan. Dalam kondisi tanpa penerangan maka kemauan untuk belajar akan terpengaruh. “Kalau anak yang rajin masih pakai lilin atau lampu teplok, kalau anaknya malas, orangtua tidak ingatkan ya malamnya tidak mau belajar, anaknya jadi nggak pinter. Ini yang pemerintah tidak mau,” kata Presiden.

Inilah alasan mengapa presiden Jokowi mengejar pembangunan 35000 MW, karena tidak ingin tertinggal dengan negara lain yang terang benderang, yang dapat melakukan berbagai kegiatan untuk memajukan ekonomi maupun kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia.

Journalist : Rully
Editor      :
Mark Sinambela/ ET

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here