Perpres Nomor 3 Tahun 2016 Permudah Pembebasan Lahan

0
490
Presiden Joko Widodo Meninjau Proyek Jalan Tol Mangkrak Depok - Antasari. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah telah menetapkan 225 proyek yang merupakan proyek strategis nasional untuk dibangun selama masa pemerintah Presiden Joko Widodo, dari jumlah tersebut, 130 proyek diantaranya ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR).

Dari 130 proyek strategis nasional yang di tangani Kementerian PUPR tersebut terdiri dari 47 pembangunan ruas jalan tol, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), 60 bendungan dan tanggul-tanggul.

Staff Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Danis H Sumadilaga mengatakan bahwa pihaknya memastikan bahwa saat ini, seluruh proyek tersebut telah berjalan.

Pembangunan ruas jalan tol tersebut hampir di seluruh pulau di Indonesia yang terdiri dari pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua, sedangkan pembangunan bendungan tersebar mulai dari Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Aceh.

Mengenai kondisi per wilayah di Sumatera Utara, pembangunan jalan tol meliputi tol ruas Medan – Kualanamu, Tebingg Tinggi, Palembang – Indralaya serta Bakauheni – Terbanggi Besar.

Kondisi saat ini, porsi pembangunan infrastruktur di Indonesia masih dalam porsi berimbang. Agar proyek tersebut tepat waktu, strategi yang dilakukan adalah bekerja sama dengan swasta karena umumnya masalah berkaitan dengan pembiayaan yang tidak bisa dikerjakan seluruhnya oleh Pemerintah,  apabila pihak swasta juga tidak sanggup akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pemerintah berharap agar pihak swasta dapat mengambil peranan lebih besar untuk dapat membiayai proyek infrastruktur, ungkap Danis, Selasa (21/6) dan mengenai pembebasan lahan serta soal pembiayaan sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 agar dipermudah sebab pembebasan lahan akan ditalangi oleh badan usaha yang nantinya akan diganti pemerintah yang merupakan aset pemerintah.

Journalist : Rully
Editor      :
Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here