Menko Maritim: Jadikan Natuna Kota Perikanan Seperti Tokyo Fish Market

0
567

(Vibizmedia – National) Demi mengokohkan kedaulatan wilayah RI di kawasan Natuna, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menyampaikan perlu diambil dan dilakukan sejumlah langkah-langkah agar supaya Natuna juga bisa lebih cepat pembangunan ekonominya agar segera terwujut peningkatan kesejahteraan rakyat.

 “Keberadaan dan integritas wilayah Indonesia di Kepulauan Natuna dan sekitarnya itu diakui oleh PBB, oleh UNCLOS, dan kita tidak ada tawar-menawar soal itu,” ujar Rizal usai mengikuti Rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/6).

 “Yang pertama kita mesti percepat pengembangan sektor perikanan di Kepulauan Natuna. Selama ini kapasitas tangkap hanya 9% dari total potensi ikan tangkap di wilayah Natuna. Jadi ikannya banyak sekali, tapi kapasitas tangkap kita hanya 9%. Di masa lalu kebanyakan kapal-kapal asing yang masuk, yang nyolong di situ,” tambah Rizal menerangkan.

Kapasitas tangkap ikan di Natuna harus ditingkatkan, tapi tidak dengan cara ke rezim yang lama, yaitu membebaskan kapal asing masuk, tangkap dan mencuri di situ. Caranya adalah dengan membantu mempercepat proses perizinan, karena di lapangan masih ada masalah kapal-kapal ikan nasional kita kesulitan perizinan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Departemen Perhubungan harus bekerjasama dengan baik. Departemen Perhubungan sebagai pemberi izin gross akta-nya dan KKP sebagai pemberi izin eksekusinya. Presiden meminta agar dua-duanya diintegrasikan agar secepat mungkin kapal-kapal yang di atas 30 DWT bisa diarahkan ke Natuna.

Menteri KKP diminta juga untuk segera memberikan izin tangkap ikan di Natuna sehubungan di laut Utara Jawa banyak sekali nelayan-nelayan tradisional yang punya kapal penangkap ikan di atas 30 DWT dan bisa mencapai jarak jangkau 120 mil seperti di Jepara, yang memenuhi persyaratan kapal penangkap ikan.

Rizal juga meminta Menteri BUMN untuk memfasilitasi perusahaan perikanan nasional dan lokal agar difasilitasidengan bantuan modal kerja lewat bank-bank BUMN, dan diberikan kesempatan untuk investasi supaya kapasitas tangkap makin besar.

Mengenai Kota Perikanan, Menko Kemaritiman jelaskan bahwa Presiden menegaskan kembali harus ada Kota Perikanan yang bisa jadi contoh.

“Kita tiru saja yang paling baik di seluruh dunia agar supaya ikan bisa dikumpulkan di situ, ada fasilitas cold storage, kalau perlu ada tempat lelang ikan internasional, seperti Tokyo Fish Market (Tsukiji). Kita perlu bangun di Natuna, pusat lelang ikan regional, supaya orang dari seluruh negara bisa datang lelang di situ. Tentu kita sediakan fasilitas infrastruktur, cold storage, dan sebagainya. Itu di dalam bidang fishery,” tambah Menko Kemaritiman.

Journalist : Mytri
Editor      :
Emy T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here