Presiden Jokowi: Hasil Dana ‘Tax Amnesty’ Segera Kelihatan, Sudah Masuk Rp 3,7 Triliun

0
804
Sosialisasi Tax Amnesty oleh Presiden Joko Widodo, 1 Aug 2016 (Photo: Mark Sinambela/VM)

 (Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sosialiasasi Amnesti Pajak di hadapan 10.000 pengusaha di Jakarta International (JI) Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/8) siang. Presiden menyampaikan keyakinannya, sekitar awal September dana pengampunan pajak atau tax amnesty sudah akan banyak sekali yang masuk. Sampai hari ini, menurut Presiden, peserta yang sudah mendaftar ada 344 orang dengan nilai yang di-declare baru Rp3,7 triliun.

“Kecil, kecil banget. Data saya gede banget, ketika saya diberi angka 3,7 kecil,” kata Presiden Jokowi yang sudah menanyakan posisi dana kepada para pengusaha mulai dari yang besar, menengah, dan kecil. Rata-rata kondisi perusahaan baik besar maupun menengah masih menghitung posisi dana dan asset dengan bantuan konsultan pajak.

Presiden menegaskan, bahwa pengampunan pajak atau tax amnesty ini adalah yang terakhir. Karena nanti setelah keterbukaan sudah tidak ada lagi yang namanya tax amnesty.

Diakui oleh Presiden Jokowi, pada 1964 pemerintah pernah memberikan tax amnesty tapi gagal karena ada G30SPKI. Tahun 1984 juga tidak berhasil karena saat itu uang juga banyak, komoditi dari kayu terutama, serta dari minyak juga masih. Tetapi sekarang, Presiden ingin mengajak semuanya agar tax amnesty kali ini berhasil.

Sekali lagi disampaikan bahwa ada jaminan kerahasiaan data peserta tax amnesty. Presiden menegaskan, data peserta tax amnesty tidak bisa dijadikan dasar untuk penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan pidana.

“Tidak boleh, ini saya berikan tekanan lagi, tidak boleh diminta oleh siapapun, dan tidak diberikan kepada siapapun. Saya ulang, tidak dapat diminta oleh siapapun, dan tidak diberikan kepada siapapun. Ini undang-undang lho, undang-undang,” tegas Presiden.

Presiden mengingatkan, terutama petugas-petugas pajak yang membocorkan data peserta tax amnesty terancam hukuman maksimal 5 tahun. Presiden menegaskan, semua harus sadar bahwa kalau arus uang ini masuk, repatriasi ini masuk, deklarasi aset-aset di-declare semuanya, negara akan mempunyai ruang yang besar untuk membangun Indonesia. Dan kalau investasi itu sudah dikerjakan oleh swasta, APBN bisa dipakai untuk Dana Desa, untuk memperbaiki pelayanan kesehatan dan memperbaiki pelayanan pendidikan.

Sosialisasi Amnesti Pajak di Jakarta itu dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Jaksa Agung M Prasetyo, dan Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) M. Yusuf.

Mytri/ Journalist/VMN
Images : Vibizmedia/ Mark S
Editor : Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here