UMKM Menjadi Tulung Punggung Perekonomian Indonesia

0
442
Wordl Economic Islamic Forum 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 2 Agustus 2016. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Najib Tun Abdul Razak secara resmi membuka World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 yang berlangsung dari tanggal 2-4 Agustus 2016 di Jakarta Convention Center.

World Islamic Economic Forum yang merupakan bagian dari WIEF Foundation ini adalah lembaga nirlaba yang berbasis di Kuala Lumpur yang setiap tahunnya menyelenggarakan forum kelas dunia tersebut.

Dalam forum tersebut memberikan kesempatan bisnis di dunia muslim serta melaksanakan berbagai program yang bertujuan untuk menguatkan kerja sama dan bertukar pengetahuan antara Komunitas Muslim dan Non-Muslim di seluruh dunia.

Sebagai tuan rumah bagi forum internasional yang sampai dengan saat ini telah diselenggarakan sebanyak 12 kali tersebut. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi masyarakat dunia dewasa ini adalah pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.

Selain itu juga serangan teror dan situasi politik yang tidak terprediksi. Presiden sampaikan ditengah kondisi yang demikian, masyarakat muslim dunia dapat memanfaatkan kekuatan yang telah lama dimiliki yaitu keunggulan usia demografi masyakat muslim dunia merupakan kekuatan yang dimanfaatkan.

Masyarakat muslim memiliki demografi terbaik dari setiap kelompok agama di dunia dengan proporsi tertinggi dari kalangan muda, ungkap Presiden, Selasa (2/8). Kekuatan tersebut berasal dari keuangan syariah, kuliner dan fesyen Islami serta seni arsitektur Islam.

Tidak cukup hanya kuat di media sosial, media dan teknologi. Inovasi harus berkontribusi bagi masyarakat. Inovasi dapat membuat sejumlah orang menjadi sangat kaya dan terbagi juga secara adil kepada masyarakat yang kurang mampu.

Untuk itu, Presiden mengajak semua pihak untuk menghadapi bersama tantangan ini, dengan membangun sistem yang dapat mendidik anak-anak agar dapat bersaing di abad ke-21 dengan menciptakan kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan bagi masyarakat dunia.

Presiden sampaikan lebih penting dan paling sulit adalah membangun budaya yang terbuka,  budaya yang tidak hanya menoleransi perbedaan, tetapi juga secara tulus menghormati perbedaan, satu demi satu, langkah demi langkah.

Desentralisasi pertumbuhan bagi pemberdayaan sektor usaha kecil dan menengah juga menjadi sangat penting untuk memastikan partisipasi penduduk yang lebih besar dalam perekonomian.

Sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengembangkan perekonomian yang modern dan terus berkembang sesuai Nawa Cita, pertumbuhan diiringi dengan sektor domestik yang kuat serta ekonomi global yang kompetitif.

Satu-satunya cara agar perekonomian kita bisa bertahan di era teknologi mutakhir saat ini adalah dengan merangkul perubahan dan memberdayakan usaha sehingga kita dapat memetakan lanskap bisnis masa depan secara lebih baik berupa Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

Sekitar 99% dari bisnis di Indonesia, lebih dari 98% adalah UMKM yang didominasi oleh perusahaan mikro. Dengan mempekerjakan lebih dari 107,6 juta penduduk Indonesia, UMKM memberikan kontribusi 60,60% terhadap Product Domestik Bruto (PDB) Indonesia, angka ini terus meningkat sejalan dengan perkembangan industri kreatif di seluruh negeri.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here