Diskon Tarif Listrik 30% Dorong Penjualan Listrik Industri Sampai Juni 2016 Mencapai 5,91%

0
322
Pembangkit Listrik. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Dengan diluncurkannya paket kebijakan ekonomi oleh pemerintah memberikan dampak positif khususnya bagi pelaku industri, salah satunya adalah paket diskon tarif listrik 30% yang merupakan bagian paket kebijakan ekonomi jilid III yang diluncurkan Oktober 2015 lalu.

Paket diskon tarif listrik yang telah diberlakukan sejak Januari 2016 lalu, berupa diskon tarif 30% bagi tambahan pemakaian listrik pukul 23.00 – 08.00 ini, telah diikuti oleh 1.073 pelanggan industri skala menengah dan skala besar dengan total tambahan pemakaian sebesar 256 Giga Watt hour (GWh).

Ditengah kelesuan ekonomi global, program ini sangat membantu industri terutama dalam menurunkan produksi khususnya pada shift tengah malam. Pemerintah berharap melalui pemberian diskon tersebut, produksi dapat meningkat dan menjadi bergairah kembali.

Program yang mudah diikuti oleh pelaku industri ini, tidak memiliki persyaratan khusus bagi konsumen dan bahkan tidak memiliki sanksi, tetapi hanya diberikan untuk industri skala menengah dan besar dengan daya di atas 200 kVA.

Selain itu, PLN juga mengeluarkan paket penundaan pembayaran sebesar 40% rekening listrik dengan program yang ditawarkan untuk jangka pendek yaitu 6 bulan dan 10 bulan kepada industri padat karya, sehingga daya saing relatif lemah terhadap produk impor bahkan dapat direkomendasikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan asosiasi industri yang bersangkutan.

Kepala Divisi Niaga Perusahaan Listrik Negara (PLN) Benny Marbun mengatakan pada bulan Juli lalu, sampai dengan akhir Juni 2016 ada sebanyak 238 pelanggan dengan total rekening yangg tertunda sebesar Rp 1,25 triliun yang telah mengikuti paket penundaan pembayaran 40% tersebut.

Dari kedua paket tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri di Indonesia. Sampai dengan Juni 2016, penjualan listrik untuk Industri mencapai 5,91%, naik dibandingkan pertumbuhan industri pada Juni 2015 yang mengalami minus 2,7% khususnya untuk golongan tarif I4.

Untuk penjualan, industri skala menengah mengalami peningkatan sebesar 4,03%, sedangkan industri skala besar mengalami peningkatan hingga 12,98%.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here