Pemerintah Menghemat DAK 2016 Hingga Rp 29,8 Triliun

0
916
Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Dalam upaya memelihara kredibilitas fiskal, pemerintah lakukan penghematan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 29,8 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa penghematan DAK tersebut terdiri dari DAK fisik Rp 6 triliun, DAK non fisik terutama Tunjangan Profesi Guru Rp 23,4 triliun.

Selain itu, pemerintah juga melakukan penghematan penyaluran Dana Desa sebesar Rp 2,8 triliun karena adanya daerah yang diperkirakan tidak mampu memenuhi persyaratan penyaluran berupa Laporan Realisasi Penyaluran Dana Desa dari Kabupaten/Kota ke Desa tahap sebelumnya, ungkap Menkeu Sri Mulyani, Kamis lalu (25/8).

Penghematan penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) sebesar Rp 23,4 triliun tersebut dikarenakan penurunan jumlah guru bersertifikat yang berhak memperoleh TPG dari 1.300.758 orang menjadi 1.221.947 orang disebabkan karena pensiun.

Terdapat sisa TPG tahun 2015 di rekening kas umum daerah  sebesar Rp 19,6 triliun yang harus diperhitungkan dalam penyaluran TPG tahun 2016 dan tambahan penghasilan guru (Tamsil) PNSD Rp 209,1 miliar karena adanya sisa dana Tamsil di kas daerah yang harus diperhitungkan dalam penyaluran dana Tamsil tahun 2016, ungkap Sri Mulyani.

Penyaluran Dana Desa ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

Tahap I sebanyak 60% yang dilakukan setelah daerah menyampaikan:

  • Perda APBD
  • Perda tentang Pembagian Dana Desa per desa
  • Laporan Realisasi Penyaluran Dana Desa dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), ke Rekening Kas Desa (RKD) dan konsolidasi penggunaan Dana Desa tahun 2015.

Tahap II sebanyak 40% setelah daerah menyampaikan:

  • Laporan Penyaluran Dana Desa tahap I dari RKUD ke RKD
  • Sekurang-kurangnya 50% dari Dana Desa tahap I telah disalurkan dari RKU ke RKD.

 

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here