Presiden Jokowi : Teknologi Digital Memotong Mata Rantai Perdagangan

0
676
Presiden Joko Widodo membuka Indonesia Fintech Festival and Conference yang digelar di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Sebagai sebuah kesempatan emas dalam upaya untuk menjangkau jasa layanan keuangan formal, Presiden mendorong berbagai pihak untuk mengembangkan teknologi keuangan yang mampu meningkatkan akses layanan perbankan bagi para pelaku usaha kecil.

Untuk menjangkau masyarakat yang belum terjangkau oleh jasa layanan keuangan formal, kemampuan teknologi digital menjadi sebuah kesempatan emas, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki 17 ribu pulau didalamnya dengan adanya teknologi tersebut, layanan dan kemudahan akses keuangan dapat dinikmati secara merata oleh semua masyarakat.

Sampai saat ini, wilayah-wilayah terpencil belum dapat merasakan jasa layanan keuangan yang paling sederhana seperti penyimpanan uang di bank, apalagi untuk jasa-jasa yang lebih modern seperti kredit usaha, kredit rumah maupun pasar modal, ungkap Presiden Joko Widodo saat membuka Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang.

Kondisi kesadaran dan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai lembaga keuangan masih tergolong rendah, berdasarkan data yang dimiliki, literasi keuangan masyarakat Indonesia masih berada pada kisaran 21,8%, sedangkan di negara tetangga seperti Singapura sudah mencapai 96%, Malaysia 81%, Thailand 78%.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan langkah-langkah percepatan dan terobosan untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang didapatkan langsung dari lapangan.

Langkah yang dimaksud Presiden, salah satunya adalah terobosan di bidang teknologi digital yang membantu usaha-usaha mikro dan masyarakat kecil seperti aplikasi untuk kasir, yang mempunyai kebiasaan untuk tidak mencatat, ungkap Presiden, Selasa (30/8).

Presiden Joko Widodo mengharapkan juga adanya terobosan-terobosan yang mampu memangkas panjangnya mata rantai yang panjang dari petani maupun nelayan sampai kepada konsumen. Dengan adanya pemangkasan mata rantai perdagangan dari produsen hingga ke konsumen tersebut dapat menjadikan harga jual bahan komoditas menjadi semakin baik.

Presiden juga mengharapkan kedepannya agar anak-anak muda Indonesia dapat membangun kerja sama dengan para nelayan, petani serta masyarakat kecil sehingga para pelaku usaha memiliki kekuatan untuk mengakses pasar dan layanan permodalan.

Sehingga kedepannya anak-anak muda kita dapat membangun sebuah korporasi nelayan, korporasi petani, sehingga mereka mempunyai skala ekonomi. Dengan adanya teknologi yang dulu tidak mungkin sekarang menjadi mungkin.

(Vibizmedia – Nasional) Sebagai sebuah kesempatan emas dalam upaya untuk menjangkau jasa layanan keuangan formal, Presiden mendorong berbagai pihak untuk mengembangkan teknologi keuangan yang mampu meningkatkan akses layanan perbankan bagi para pelaku usaha kecil.

Untuk menjangkau masyarakat yang belum terjangkau oleh jasa layanan keuangan formal, kemampuan teknologi digital menjadi sebuah kesempatan emas, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki 17 ribu pulau didalamnya dengan adanya teknologi tersebut, layanan dan kemudahan akses keuangan dapat dinikmati secara merata oleh semua masyarakat.

Sampai saat ini, wilayah-wilayah terpencil belum dapat merasakan jasa layanan keuangan yang paling sederhana seperti penyimpanan uang di bank, apalagi untuk jasa-jasa yang lebih modern seperti kredit usaha, kredit rumah maupun pasar modal, ungkap Presiden Joko Widodo saat membuka Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang.

Kondisi kesadaran dan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai lembaga keuangan masih tergolong rendah, berdasarkan data yang dimiliki, literasi keuangan masyarakat Indonesia masih berada pada kisaran 21,8%, sedangkan di negara tetangga seperti Singapura sudah mencapai 96%, Malaysia 81%, Thailand 78%.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan langkah-langkah percepatan dan terobosan untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang didapatkan langsung dari lapangan.

Langkah yang dimaksud Presiden, salah satunya adalah terobosan di bidang teknologi digital yang membantu usaha-usaha mikro dan masyarakat kecil seperti aplikasi untuk kasir, yang mempunyai kebiasaan untuk tidak mencatat, ungkap Presiden, Selasa (30/8).

Presiden Joko Widodo mengharapkan juga adanya terobosan-terobosan yang mampu memangkas panjangnya mata rantai yang panjang dari petani maupun nelayan sampai kepada konsumen. Dengan adanya pemangkasan mata rantai perdagangan dari produsen hingga ke konsumen tersebut dapat menjadikan harga jual bahan komoditas menjadi semakin baik.

Presiden juga mengharapkan kedepannya agar anak-anak muda Indonesia dapat membangun kerja sama dengan para nelayan, petani serta masyarakat kecil sehingga para pelaku usaha memiliki kekuatan untuk mengakses pasar dan layanan permodalan.

Sehingga kedepannya anak-anak muda kita dapat membangun sebuah korporasi nelayan, korporasi petani, sehingga mereka mempunyai skala ekonomi. Dengan adanya teknologi yang dulu tidak mungkin sekarang menjadi mungkin, ungkapnya.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here