Dengan Anggaran Rp 105,56 Triliun, Inilah 3 Program Prioritas Nasional PUPR Tahun 2017

0
552
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Saat Peluncuran Penandatangan Kontrak Kegiatan Tahun Anggaran 2016 Kementerian PUPR. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Berdasarkan Surat Menteri Keuangan, pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2017 mengalami penyesuaian nota keuangan menjadi sebesar Rp 105,56 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 106,82 triliun.

Anggaran tersebut untuk mendukung tiga program prioritas nasional yang ditetapkan Kementerian PUPR yaitu konektivitas, ketahanan air/pangan dan perumahan permukiman.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa untuk program konektivitas, pemerintah berkomitmen agar beberapa ruas jalan  seperti pembangunan tol Trans Jawa, Trans Sumatera, pembangunan jalan Trans Papua yang saat ini tinggal 176,1 kilometer serta pembangunan jalan di perbatasan Kalimantan, Nusa Tenggara Timur dan Papua akan kita teruskan, ungkapnya, Selasa (6/9).

Selain itu, pembangunan jalan perbatasan, juga menjadi prioritas utama dalam program konektivitas. Kementerian PUPR akan membangun jembatan sepanjang 7.898 meter pada 2017 termasuk untuk pembangunan bentang panjang yakni Jembatan Teluk Kendari, Jembatan Holtekamp dan Jembatan Pulau Balang.

Untuk pembangunan jalan tol di 2017 sepanjang 23 kilometer diantaranya tol Medan-Kualanamu, Tol Akses Tanjung Priok, Tol Cisumdawu, Tol Solo-Kertosono, Tol Balikpapan-Samarinda, Tol Manado-Bitung.

Terkait program kedaulatan pangan atau ketahanan air yang dilakukan melalui Kementerian PUPR, pembangunan sembilan bendungan baru dari target pembangunan 49 bendungan selama lima tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Program prioritas 2017 antara lain pembangunan sembilan bendungan baru yang pada 2014 sampai 2019 telah dilaksanakan pembangunan 30 bendungan, ungkap Basuki, Selasa (6/9). Pada 2017 ini pembangunan waduk baru akan mulai dilakukan di Rukoh-Aceh, Lausimeme-Sumatera Utara, Komering II-Sumatera Selatan, Bener-Jawa Tengah, Sidan-Bali, Temef-NTT, Pamukkulu-Sulawesi Selatan, Way Apu-Maluku, Baliem-Papua.

Selain membangun waduk baru, Kementerian PUPR juga akan melakukan pembangunan jaringan irigasi seluas 84.000 hektar, rehabilitasi jaringan irigasi seluas 323.000 hektar, pembangunan 105 embung, pembangunan sarana dan prasarana pengendali banjir sepanjang 154 kilometer serta pembangunan atau peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan air baku.

Basuki sampaikan bahwa pihaknya juga akan membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana pengamanan pantai sepanjang 21 kilometer termasuk untuk penanganan Rob Semarang dan Pekalongan yang kemarin mengganggu jalur mudik Lebaran 2016, ungkapnya.

Sedangkan untuk program perumahan dan permukiman, Kementerian PUPR akan membangun 11.400 unit rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Beberapa diantaranya adalah penyelesaian Rusun Perkampungan Atlet di Kemayoran dan penyelesaian Rusun untuk MBR di Pasar Minggu, Pasar Rumput dan Pondok Kelapa.

Dalam upaya menurunkan backlog perumahan, Kementerian PUPR akan membangun sebanyak 109.500 unit rumah swadaya dan 375.000 unit rumah umum (rumah tapak dan rusunami) melalui Kredit

Lalu untuk menurunkan backlog perumahan, ia menyatakan akan membangun 109.500 unit rumah swadaya dan 375.000 unit rumah umum (rumah tapak dan rusunami) melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Disamping itu juga, dalam rangka penanganan paska bencana/konflik, daerah tertinggal dan perbatasan negara serta maritim, pihaknya akan membangun 1.900 unit rumah khusus, ungkap Basuki.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here