Selain Keamanan dan Arsitektur Kawasan, Pentingnya Kerja Sama Maritim di ASEAN

0
674
Retreat KTT ASEAN ke-29 di Vientiane, Laos. FOTO : SETPRES/LAILY

(Vibizmedia – Nasional) Pada pertemuan retreat KTT ASEAN ke-29 yang diselenggarakan pada Rabu (7/9) di National Convention Centre, Vientiane, Laos, Presiden Joko Widodo kembali menyerukan negara-negara ASEAN untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Presiden Joko Widodo sampaikan sebagai rumah, ASEAN wajib dijaga dengan memastikan adanya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan. Berbagai mekanisme yang ada di ASEAN saat ini, seperti ASEAN Plus Three, ASEAN Regional Forum dan East Asia Summit (EAS) belum sepenuhnya menjamin ketenangan di kawasan.

Sejumlah aktivitas di wilayah Asia Tenggara berpotensi meningkatkan ketegangan dan dapat mengakibatkan konflik terbuka.  Untuk itu ASEAN memerlukan arsitektur keamanan kawasan yang kokoh, yang komprehensif, yang memajukan sentralitas ASEAN dan berkontribusi lebih efektif bagi keamanan dan stabilitas kawasan, ungkapnya, Rabu (7/9).

Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo berharap arsitektur kawasan ini pada nantinya dapat mencapai tujuan hakiki yang tercantum pada Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan East Asia Summit Bali Principles 2011.

Selain isu keamanan dan arsitektur kawasan, Presiden juga mengangkat pentingnya kerja sama maritim. Presiden menegaskan agar ASEAN dapat segera menerapkan secara nyata komitmen kerja sama maritim yang telah disepakati pada pertemuan tingkat tinggi East Asia Summit (EAS) tahun 2015.

Kerja sama maritim harus sungguh-sungguh atasi sumber konflik di laut seperti pencurian ikan, sengketa wilayah, penculikan dan perampokan bersenjata. Beberapa catatan lokasi di laut memerlukan perhatian khusus, untuk itu perlu diambil tindakan bersama dan perkuat keamanan di masing-masing negara, tutup Presiden Joko Widodo.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here