Larangan Pengoperasian Truk, Angkutan Barang dan Kontrainer di 8 Provinsi Jelang Idul Adha 1437 H

0
385
Truk Pantura. FOTO : SETKAB

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Perhubungan mengantisipasi arus lalu lintas pada saat libur panjang Hari Raya Idul Adha 1437 H atau 12 September 2016 dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang Pada Saat Libur Panjang Hari Raya Idul Adha Tahun 2016.

Pelarangan pengoperasian kendaraan angkutan barang tersebut berlaku mulai Jumat (9/9) pukul 00.00 WIB sampai dengan Senin (12/9) pukul 24.00 Wib. Kendaraan yang dimaksud berupa kendaraan angkutan barang pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandengan, kendaraan kontrainer dan kendaraan pengangkut barang lebih dari dua sumbu.

Yang berlaku pada jalan nasional baik jalan tol maupun jalan non tol dan jalur wisata di 8 provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Lampung.

Disamping itu, terdapat pengecualian dalam larangan tersebut bagi kendaraan angkutan barang pengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), bahan pokok (beras, gula, pasir, terigu, minyak goreng, cabe merah, bawang merah, kacang tanah, kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan segar, dan telur), pupuk, susu murni, barang antaran pos serta barang (bahan baku) ekspor/impor dari home industry dan atau ke pelabuhan serta ternak.

Berdasarkan surat edaran tersebut,  untuk pengangkutan air minum dalam kemasan dapat dilakukan sebelum waktu pelarangan dilaksanakan atau bisa tetap dilakukan pengangkutan dengan menggunakan kendaraan angkutan barang yang bersumbu tidak lebih dari dua sumbu.

Sedangkan untuk bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak yang melalui darat, diberikan prioritas. Bagi yang melanggar akan diberikan sanksi yang terdapat pada pasal 282 dan pasal 306 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yaitu pidang kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here