BBWS Percepat Pembangunan Bendungan Bener di Purworejo Menjadi Akhir 2017

0
1866
Ilustrasi bendungan. FOTO : SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Pembangunan Bendungan Bener yang berlokasi di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang sebelumnya dijadwalkan dimulai tahun 2018, akan dimulai pembangunannya pada akhir tahun 2017.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tri Bayu Adji mengatakan bahwa dari target groundbreaking tahun 2018 akan dimajukan pada akhir 2017, program tersebut secara teknis akan disertifikasi karena semua bendungan harus ikut sertifikasi.

Tri sampaikan bahwa desainnya sudah selesai dan ditargetkan tahun ini pengujian geologi, analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) selesai.

Terkait dampak pembangunan Bendungan Bener, pihak BBWS telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terkena dampak dan sampai saat ini masyarakat menyambut baik pembangunan bendungan Bener. Dari kebutuhan lahan seluas 400 hektar, prosentase terbesar adalah milik masyarakat, ungkapnya Tri Bayu Adji, Minggu (18/9).

Secara prinsip pembebasan lahan pembangunan Bendungan Bener tidak ada kesulitan sebab masyarakat akan difasilitasi oleh BBWS Serayu Opak untuk pemindahan pemukimannya.

Selain itu, biaya relokasi yang sudah termasuk dalam pembiayaan konstruksi bendungan, pihak BBWS akan membuat saluran dan daerah irigasi, pemukimannya akan dilengkapi fasilitas sosial dan umum.

Bendungan yang dapat menyuplai air baku sebesar 1500 liter per detik untuk keperluan rumah tangga, kota dan industri ini, memenuhi kebutuhan untuk 10 kecamatan di Kabupaten Purworejo, 3 Kecamatan di Kabupaten Kebumen dan 2 Kecamatan di Kabupaten Kulon Progro.

Sementara untuk LARAP diperkirakan total biaya konstruksi bendungan Bener mencapai Rp 1,2 triliun. Pembangunan Bendungan Bener akan bermanfaat untuk mengairi lahan irigasi seluas 15.519 hektar sehingga jumlah panen dapat meningkat pada area irigasi eksisting seluas 13.579 hektar ditambah daerah irigasi baru seluas 1.940 hektar.

Bendungan tersebut memiliki potensi dapat menyuplai energi listrik sebesar 6 MW, bendungan ini juga dapat berfungsi sebagai perikanan, pariwisata dan konservasi Daerah Aliran Sungai Bogowonto di bagian hulu, ungkap Tri.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here