Pemerintah Bangun Kalsel Menjadi Lumbung Pangan Nasional

0
303
Kementan, Ekonomi Daerah Digerakkan oleh Pangan Lokal. FOTO : KEMENTERIAN PERTANIAN

(Vibizmedia – Nasional) Sebagai salah satu provinsi lumbung pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 3 daerah irigasi (DI) di Kalimantan Selatan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa beberapa infrastruktur irigasi pendukung ketahanan pangan di Kalimantan Selatan tersebut adalah Amandit di DI Kabupaten Hulu Sungai Selatan, DI Batang Alai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan DI Pitap di Kabupaten Balangan.

Basuki sampaikan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung ketahanan pangan terdiri dari pembangunan bendungan dan peningkatan jaringan irigasi. Dalam kunjungannya, basuki sampaikan bahwa pihaknya akan mempercepat pembangunan bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapindan ditargetkan selesai pada September 2019.

Sedangkan pembangunan saluran irigasi DI Amandit, Basuki sampaikan bahwa Bendung Amandit memiliki kapasitas dapat mengairi 5.427 hektar, tetapi sampai dengan saat ini baru dapat mengairi lahan seluas 2.000 hektar.

Disamping itu, bersumber dari Bendungan Amandit dan saluran irigasi sekunder sepanjang 49.784 meter, Kementerian PUPR juga akan membangun saluran irigasi primer sepanjang 26.852 meter. Dengan adanya saluran primer dan sekunder, maka ditargetkan dapat memenuhi 5,427 hektar tersebut, ungkap Basuki, Selasa (4/10).

Untuk pembangunan tersebut, pihaknya menganggarkan Rp 96,7 miliar dan ditargetkan selesai pada 2017 atau 2018 mendatang, disamping itu progres pembangunan konstruksi saluran irigasi Amandit telah mencapai 37,17% dengan progres keuangan 79,83%.

Sementara, daerah irigasi Batang Alai memiliki luas potensial mencapai 5.692 hektar ini,  sedang dikembangkan dan dibangun saluran irigasi primer sepanjang 3.500 meter dan saluran sekunder 30.233 meter. Pembangunan senilai Rp 234,5 miliar tersebut telah dikerjakan sejak 2015 dan ditargetkan selesai pada 2017 dengan progres  19,61% dan progres keuangan mencapai 68,71%.

Terkait pembangunan saluran irigasi di DI Pitap menggunakan anggaran Rp 265,5 miliar, memiliki potensi pengairan hingga 4.000 hektar namun saat ini baru mencapai 1.000 hektar. Untuk itu Kementerian PUPR akan membangun saluran primer sepanjang 550 meter dan saluran sekunder sepanjang 32.550 meter. Pembangunan ditargetkan selesai pada 2017 tersebut, saat ini progres fisiknya baru mencapai 10,06% dan progres keuangannya 45,7 %.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here