Sebanyak 2.853 Warga di Yogyakarta Menerima Sertifikat Tanah dari Program Strategis Tahun 2016

0
684
Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis kepada 2.853 warga di Yogyakarta dari Program Strategis Tahun 2016. FOTO : SETPRES/LAILY

(Vibizmedia – Nasional) Dalam pelaksanaan reforma agraria, ada sebanyak 2.853 warga di Yogyakarta telah menerima sertifikat tanah dari Program Strategis Tahun 2016.

Ketimpangan penguasaan tanah dan akses terhadap tanah di pedesaan menjadi perhatian penuh Presiden Joko Widodo, pemerintah berkomitmen untuk segera melakukan reformasi agraria.

Bersama dengan jajaran kabinet kerja, Presiden Joko Widodo bertekad untuk menata sektor pertanahan salah satunya melalui legalisasi sertifikat aset, ungkap Presiden saat penyerahan sertifikat tanah program strategis tahun 2016 di Balai Desa Karang Rejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Senin (10/10).

Lamanya pengurusan sertifikat tanah, membuat pemerintah segera melakukan pembenahan serta melindungi hak-hak kepemilikan dan penguasaan rakyat atas tanah. Dalam kesempatan tersebut pula, Presiden memberikan peringatan terhadap aparat dan petugas masyarakat yang masih melakukan pungutan-pungutan liar.

Terhadap pemberian sertifikat kepada masyarakat yang saat itu dilakukan, Presiden juga menginginkan untuk melihat sendiri bahwa benar adanya masyarakat mendapatkan sertifikat tersebut. Dirinya pun memastikan bahwa pada penyerahan-penyerahan selanjutnya, Presiden tidak hanya ingin melihat penyerahan secara simbolis.

Dari 2.580 sertifikat, Presiden memberikan 11 sertifikat sebagai simbolis. Dalam kesempatan tersebut Presiden mengingatkan agar para petani, pengusaha kecil, dan masyarakat pada umumnya yang telah diberikan sertifikat tanah agar betul-betul memanfaatkan sertifikat tersebut. Dirinya berpesan agar tidak mengagunkan sertifikat untuk keperluan-keperluan yang tidak produktif.

Presiden menargetkan sebanyak lima juta sertifikat dikeluarkan per tahunnya dan akan bertambah pada tahun 2018 mendatang menjadi tujuh juta sertifikat dan meningkat lagi pada tahun 2019 menjadi sembilan juta sertifikat dan tahun 2025 ditargetkan seluruh Indonesia sudah bersertifikat, ungkap Presiden.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here