Tingkat Eksploitasi Perikanan Berkurang, Pemerintah Berantas Kejahatan Trans-Nasional

0
768
Presiden Joko Widodo membuka simposium kejahatan perikanan internasional kedua yang dihadiri oleh perwakilan dari 46 negara di Istana Kepresidenan Yogyakarta. FOTO : SETPRES/LAILY

(Vibizmedia – Nasional) Berkembangnya pencurian ikan menjadi kejahatan trans-nasional, Pemerintah terus berupaya agar tingkat eksploitasi perikanan di wilayah perairan Indonesia berkurang.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pencurian ikan di lautan suatu negara merupakan kejahatan trans-nasional memiliki dampak yang luar biasa besar. Dampak tersebut bukan hanya pada industri perikanan saja, tetapi juga mencakup permasalahan lingkungan.

Sebagai sumber pangan bagi 2,6 miliar orang, laut juga merupakan sumber pendapatan bagi 520 juta penduduk dunia. Dalam simposium kejahatan perikanan internasional kedua yang dihadiri oleh perwakilan dari 46 negara di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Presiden Jokowi sampaikan bahwa praktik ilegal fishing telah mengurangi stok ikan dunia sebesar 90,1%

Selain itu, dari masalah pencurian ikan juga dapat berkembang menjadi kejahatan trans-nasional yang serius dan terorganisir seperti peredaran narkoba, penyelupan barang dan manusia dan pelanggaran terhadap peraturan perlindungan alam, ungkap Presiden Jokowi, Senin (10/10).

Untuk memerangi kejahatan trans-nasional yang terorganisasi tersebut perlu dilakukan dengan kolaborasi global, berdasarkan data dari Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2014 lalu, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai produsen ikan laut terbesar di dunia dengan jumlah tangkapan mencapai 6 juta ton atau setara dengan 6,8% total produksi dunia untuk ikan laut.

Presiden Joko Widodo meyakini bahwa data tersebut masihlah berada di bawah potensi maksimal Indonesia. Pencurian ikan yang terjadi di lautan Indonesia merupakan faktor utama penghambat potensi tersebut. Illegal fishing telah mengakibatkan kerugian ekonomi Indonesia sebesar USD 20 miliar dolar per tahun dan juga mengancam 65% terumbu karang di Indonesia.

Sampai saat ini, berdasarkan fakta dan data, pemerintah Indonesia sangat serius mengupayakan pemberantasan pencurian ikan di laut, ada sebanyak 236 kapal asing pencuri ikan yang telah ditenggelamkan di perairan Indonesia.

Sehingga melalui pemberantasan tersebut, tingkat eksploitasi ikan di Indonesia mengalami penurunan antara 30% – 35%. Hal ini berdampak meningkatnya stok nasional ikan dari 7,3 juta ton di tahun 2013 menjadi 9,9 juta ton di tahun 2015.

Selain dapat menurunkan tingkat eksploitasi dan pencurian ikan di perairan Indonesia, juga terjadi penataan industri perikanan nasional. Pada bulan Januari hingga Juni kemarin dapat menggenjot ekspor produk perikanan Indonesia sebanyak 7,34% lebih besar bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015.

Pemerintah terus berkomitmen untuk terus melakukan upaya-upaya tersebut dengan belajar dari keberhasilan negara-negara lain dalam upaya penanganan pencurian ikan di perairannya masing-masing.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here