Kembangkan Produk Ekspor, Pemerintah Lakukan Penetrasi Pasar-Pasar Baru

0
576
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana meninjau pameran Trade Expo Indonesia ke-31 di JI Expo Kemayoran, Jakarta. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Menariknya produk-produk Indonesia yang ditampilkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian serta asosiasi usaha untuk melakukan penetrasi ke pasar-pasar baru.

Trade Expo Indonesia yang ke-31 diikuti oleh 1.100 peserta pelaku usaha nasional, mulai dari UKM binaan, perusahaan swasta nasional, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pemerintah daerah, hingga kementerian/lembaga ikut berpartisipasi. Sementara jumlah buyers yang telah terkonfirmasi hadir sebanyak 15.562 buyers dari 120 negara.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyerahkan penghargaan Primaniyarta dan Penghargaan Primaduta yang merupakan penghargaan bagi eksportir berprestasi dan pencapaian pertumbuhan ekspor Indonesia.

Presiden Jokowi memuji produk-produk dari kampung, dari daerah yang dikirimkan desainer dari Indonesia. Dari sisi produk sendiri, terutama yang berkaitan dengan desain, dengan bahan terbuat dari bambu bisa dibuat menjadi kap lampu dan tas dari pandan.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar Kementerian Perdagangan  dapat mengembangkan kemasan atau packaging karena produk Indonesia sudah di ekspor ke Mesir dan Korea.

Presiden sampaikan bahwa untuk memasuki pasar-pasar luar maupun pasar-pasar ekspor, harus memperhatikan desain dan kemasan atau packaging serta melakukan promosi besar-besaran, ungkapnya Rabu (12/10).

Kurangnya integrasi pada 17 kementerian/lembaga yang mempunyai dana promosi sehingga tidak mempunyai tujuan atau arah yang jelas untuk bisa masuk ke pasar-pasar baru yang ingin capai.

Pasar-pasar baru yang menjadi sasaran Indonesia saat ini adalah Afrika, pasar yang baik untuk produk-produk Indonesia yang menengah ke bawah. Selain itu, adalah pasar India dengan penduduk yang sangat besar,  yang Indonesia tidak pernah kita konsentrasi ke sana menjadi peluang untuk bisa dimasuki.

Ditambah Bangladesh, Amerika Latin dan Iran yang mulai membuka agar Indonesia segera masuk, ungkap Presiden.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here