Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemerintah Targetkan 2019 Papua dan Papua Barat Terang Benderang

0
402
Presiden Joko Widodo meresmikan enam proyek pembangunan pembangkit listrik sekaligus di Papua dan Papua Barat. FOTO : SETPRES/RUSMAN

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo meresmikan enam proyek pembangunan pembangkit listrik sekaligus, Senin (17/10), sebagai upaya pemerintah mempercepat proyek pembangunan infrastruktur listrik di Papua dan Papua Barat.

Sampai dengan saat ini, rasio elektrifikasi di Papua baru mencapai 47% artinya masih terdapat 53% penduduk Papua belum menikmati listrik. Sebelum menyampaikan sambutan, Presiden sempat berbicara dengan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir yang berjanji bahwa semua kecamatan di Papua dan Papua Barat akan terang benderang pada tahun 2020.

Presiden sampaikan bahwa dirinya tidak mau selesainya di 2020, Presiden  meminta di 2019. Ungkap Sofyan bahwa medan di Papua berat, ungkapnya Senin (17/10).

Membangun infrastruktur di Tanah Papua berbeda dengan membangun di wilayah lain di Indonesia dimana di Papua dan Papua Barat memiliki medan yang sangat sulit. Presiden sampaikan inilah tantangan program proyek yang ada di Papua dan Papua Barat, medannya berat, tetapi dirinya meminta agar penyelesaian dapat dimajukan.

Enam proyek pembangunan pembangkit listrik di Papua yang diresmikan sekaligus oleh Presiden adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air Orya Genyem 2 x 10 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Prafi 2 x 1,25 MW, Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 kilo Volt Genyem-Waena-Jayapura sepanjang 174,6 kilometer sirkit, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Holtekamp-Jayapura sepanjang 43,4 kilometer sirkit, Gardu Induk Waena-Sentani 20 Mega Volt Ampere, dan Gardu Induk Jayapura 20 Mega Volt Ampere.

Selain itu juga kehadiran Presiden di Papua untuk meresmikan harga bahan bakar minyak (BBM) satu harga. Dimana selama ini terjadi ketidakadilan harga seperti di Jawa sebesar Rp 7.000 per liter, tetapi di Papua ada yang sampai sebesar Rp 100.000 per liter, di Wamena Rp 60.000 – Rp. 70.000 per liter.

Upaya untuk menyamakan harga BBM di Papua dan Papua Barat dengan wilayah lainnya di Indonesia tidaklah mudah, untuk menjadikan harga Rp 7.000 per liter, Direktur Utama Pertamina sampaikan kepada dirinya bahwa Pertamina akan rugi.

Presiden mendorong agar Pertamina mencari solusi agar segera diwujudkan harga yang sama untuk BBM di seluruh wilayah tanah air, bukan masalah satu harga, bukanlah masalah untung rugi, tapi dengan adamya kesamaan harga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya harga yang sama,  dapat mendorong terjadi pergerakan ekonomi di Papua dan Papua Barat, ungkapnya.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here