Konstruksi Proyek SPAM dimulai Awal Tahun 2017

0
837
Ilustrasi bendungan. FOTO : SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Dengan telah ditandatanganinya kontrak Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Jawa Timur  pada 21 Juli 2016 lalu, tahap konstruksi akan dimulai pada awal Tahun 2017 mendatang.

Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Ditjen Cipta Karya Mochammad Natsir memastikan bahwa awal tahun 2017 mendatang konstruksi sudah bisa dimulai, sementara pada akhir tahun ini pihaknya sudah mendapat penyelesaian masalah financial.

Penandatangan kerjasama proyek ini terdiri dari kerjasama Proyek KPBU SPAM Umbulan yang dilakukan antara Gubernur Jawa Timur (Jatim), selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) Proyek KPBU SPAM Umbulan dengan Direktur PT Meta Adhya Tirta Umbulan. PT Meta Adhya Tirta Umbulan merupakan badan usaha yang melaksanakan proyek tersebut dan perusahaan yang dibentuk oleh konsorsium PT Medco Gas Indonesia dan PT Bangun Cipta Kontraktor selaku pemenang lelang Proyek KPBU SPAM Umbulan.

Sebagai proyek tersulit yang juga melibatkan banyak kabupaten/kota, KPBU SPAM ini menghabiskan biaya sebesar Rp 4,51 triliun dengan menyerap porsi swasta sebesar Rp 2,05 triliun dan pemerintah memberikan dukungan kelayakan sebesar Rp 818 miliar dan badan usaha bertanggung jawab menyediakan sebagian dana lainnya.

Beberapa kabupaten/kota yang terlibat dalam SPAM Umbulan yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Selain itu, sebagai salah satu solusi mengatasi keterbatasan air baku di beberapa kabupaten/kota, sesuai undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Kementerian PUPR bekerja sama dengan pemerintah daerah lakukan pembangunan SPAM secara regional.

Pembangunan SPAM tersebut meliputi, pembangunan PDAM di lima kabupaten/kota yaitu Kota Surabaya sebesar 1.000 liter per detik, Kabupaten Pasuruan sebesar 410 liter per detik, Kota Pasuruan sebesar 110 liter per detik, Kabupaten Sidoarjo sebesar 1.200 liter per detik, Kabupaten Gresik sebesar 1.000 liter per detik yang dapat dinikmati sekitar 1,3 juta jiwa.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here