Capaian Proyek 35 Ribu Belum Mencapai, Presiden Dorong Jajarannya Bekerja Lebih Keras Lagi

0
546
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas perkembangan pembangunan proyek listrik 35.000 MW. FOTO : SETPRES/LAILY

(Vibizmedia – Nasional) Dikarenakan capaian proyek 35.000 MW belum memuaskan, Presiden Joko Widodo mendorong agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Kementerian terkait untuk bekerja lebih keras lagi.

Menanggapi laporan yang diterima Presiden, bahwa pencapaian proyek listrik 35.000 MW belum mencapai target, Presiden Joko Widodo menegaskan kepada pihak terkait untuk bekerja lebih keras lagi.

Capaian ini jelas belum memuaskan, kita harus bekerja lebih keras lagi, ungkap Presiden saat memimpin Rapat Terbatas mengenai perkembangan pembangunan proyek listrik 35.000 MW, Selasa (1/11) di Kantor Presiden.

Sampai dengan 24 Oktober 2016, realisasi pembangkit Commercial Operation Date (COD) program 35 ribu MW  baru mencapai 36% dari target kumulatif sampai dengan tahun 2016. Sedangkan, realisasi pembangkit COD program Fast Track Program (FTP) 1, FTP 2 dan reguler baru yang merupakan bagian program 7000 MW mencapai 83% dari target kumulatif sampai dengan tahun 2016 atau 53% dari target keseluruhan.

Dengan demikian realisasi COD pembangkit listrik secara keseluruhan sampai dengan 24 Oktober 2016 masih sebesar 9,4% dari target keseluruhan, ungkap Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (1/11).

Dari segi calon investor di bidang ketenagalistrikan, jumlahnya sangat banyak namun tingkat realisasinya masih tergolong rendah. Data menunjukkan bahwa 71 proyek dari 109 proyek masih dalam tahap perencanaan dan pengadaan.

Presiden meminta agar semuanya dibuka, dievaluasi satu per satu sehingga kita semua bisa mengetahui dimana masalahnya dan selanjutnya bisa segera diselesaikan di lapangan, jelasnya.

Selain itu, dalam pembangunan proyek ketenagalistrikan tersebut, dirinya mendorong agar mempertimbangkan penggunaan energi terbarukan dengan memprioritaskan geothermal, sampah, hydro, micro hydro, karena kita harus mampu memanfaatkan seluruh potensi pembangkit listrik yang ada, ungkapnya.

Presiden Jokowi juga meminta kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan status 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak. Proyek yang sudah menelan biaya triliunan rupiah ini harus dipastikan statusnya, apakah bisa dilanjutkan atau tidak.

Kalau memang ini tidak bisa diteruskan, Presiden akan membawanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab ini menyangkut uang yang besar dan mencapai 3-4 triliun.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here