Kesepakatan Pemerintah Bersama Para Ulama Menjaga NKRI dan Toleransi

0
947
Presiden Joko Widodo menerima Pengurus Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Istana Merdeka. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo menerima Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Istana Merdeka, Selasa (1/11).

Hasil pertemuan tersebut menyimpulkan para ulama dan pemerintah sepakat untuk tetap menjaga negara kesatuan Republik Indonesia dan tidak memberi toleransi upaya memecah belah bangsa.

Dalam pertemuan tersebut, ikut hadir sembilan perwakilan MUI lainnya, 10 orang perwakilan Nahdlatul Ulama dan 10 orang perwakilan Muhammadiyah.

Dalam jumpa pers di kantor Presiden usai bertemu Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan bahwa setiap ulama yang turut hadir  sepakat dan siap untuk membela negara, bagi kami NKRI adalah final, kita tidak akan beri toleransi kepada siapa saja yang akan memecah belah bangsa, ini kesepakatan kami, ungkapnya, Selasa (1/11).

Pertemuan sebagai silaturahim antara ulama dengan umaroh ini, Ma’ruf sampaikan bahwa Presiden menjelaskan upaya pemerintah membangun kultur ekonomi, politik, sosial, budaya dan hukum menjadi lebih baik.

Yang dimaksud adalah pembangunan nasional dan konektivitas antar daerah. Terkait permasalahan penyataan Gubernur DKI Jakarta, Presiden Jokowi tegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi pada proses hukum yang tengah dilakukan Bareskrim Polri.

Presiden mengatakan bahwa dirinya sudah memerintahkan agar diproses dan beliau tidak akan intervensi terhadap masalah ini, ungkap Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin seusai pertemuan.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here