Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Mempersatukan Keragamanan di Indonesia

0
1123
Presiden Joko Widodo membuka World Peace Forum (WPF) ke-6 di Istana Negara, Selasa, 1 November 2016. FOTO : SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Sebagai negara yang terdiri dari ratusan suku bangsa, bermacam agama. Keragaman yang ada di Indonesia tidak lantas menjadikan Indonesia terpecah belah. Sudah sejak lama bangsa kita dipersatukan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi landasan Indonesia bersatu menjadi sebuah bangsa.

Dalam pembukaan World Peace Forum (WPF) ke-6 di Istana Negara, Presiden Joko Widodo sampaikan bahwa 2 hal yang dapat menjadi landasan Indonesia bersatu yang pertama adalah memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsa, cara berpikir, dan bertindak, panduan hidup bangsa Indonesia dalam melangkah maju.

Yang kedua adalah Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu, inilah yang selalu menjadi pegangan kami, ungkap Presiden Jokowi dalam sambutannya, Selasa (1/11).

Presiden sampaikan akhir-akhir ini adanya kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia. Dengan aksi teror, seperti peristiwa bom Bali tahun 2002 dan juga bom di Thamrin Jakarta di awal 2016. Presiden tegaskan dengan semangat kesatuan dan semangat gotong royong, Indonesia telah berhasil mengatasi aksi-aksi teror tersebut.

Presiden menilai aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia merupakan hasil dari ekstrimisme kekerasan yang juga menjadi penyebab aksi-aksi teror serupa yang terjadi di negara-negara yang lain.

Berdasarkan pengalaman kita bersama, kita tahu bahwa ekstremisme kekerasan disebabkan oleh banyak hal, tapi penyebab yang paling utama adalah ketidakdilan yang bersifat global. Karena itu untuk mengatasi isu global ini, untuk mengatasi ekstremisme kekerasan, diperlukan aksi kolektif kita bersama untuk melawannya,ungkap Presiden.

World Peace Forum yang ke-6 ini akan dapat menghadirkan dialog yang produktif guna memperkuat usaha kita bersama dalam rangka menghadirkan perdamaian di negara kita masing-masing, dan tentunya perdamaian dunia.

Presiden sampaikan di sini ada pemuka agama, pembuat kebijakan, para pakar, politikus, dan aktivis dari berbagai belahan dunia. Anda semua adalah pembela perdamaian, anda semua adalah cahaya-cahaya moral kami dan kami semua berhutang kepada anda, karena anda telah tanpa pamrih mempromosikan dan memperjuangkan perdamaian di dunia.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here