Pemerintah Dorong Pelaksanaan APBN 2017 dimulai Sejak Awal Tahun

0
620
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna membahas APBN 2017 di Istana Negara. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo mendorong pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 pada Kementerian/Lembaga (K/L) dimulai sejak awal tahun.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Selasa (2/11), Presiden Joko Widodo mengatakan agar pelaksanaan penyerapan anggaran tahun 2017 berupa proses lelang dan lainnya dapat dimulai di bulan Januari tahun depan.

Presiden ungkapkan bahwa dirinya telah mengingatkan sebanyak dua kali, tahun lalu, tahun kemarin, dan kemudian mengulangi kembali agar proses persiapan pra lelang untuk seluruh kegiatan segera disiapkan sehingga Januari sudah ada pelaksanaan, ungkap Presiden.

Menurut Presiden, di tahun 2016, baru Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian yang sudah melaksanakan kegiatan pada bulan Januari. Presiden mengharapkan kementerian yang lain juga mengikuti.

Dalam Sidang Kabinet tersebut, Presiden Jokowi juga meminta laporan terkait APBN 2017 yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) beberapa waktu lalu.

Biasanya kan di sana ada perubahan, di sana ada pengurangan, di sana ada penambahan, tolong setelah dari DPR saya diberi laporan yang detail,ungkapnya.

Terkait perencanaan APBN 2018, dalam Sidang Kabinet tersebut Presiden Jokowi juga mengambil langkah inisiatif untuk mulai merencanakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 sejak awal.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi agar perencanaan tidak terlambat dan dimulai lebih awal. Di tahun anggaran 2018, Presiden Jokowi menginginkan adanya pertumbuhan ekonomi di atas 6%. Demikian halnya dengan peningkatan di bidang investasi yang diharapkan tumbuh di atas 10%.

Dianggap tidak mudah, pertumbuhan ekonomi 6%, hal yang penting adalah investasi tumbuh di atas 10%, untuk itu, Presiden mengharapkan pertumbuhan di sektor konsumsi bisa di atas 5%, ekspor yang diharapkan bisa tumbuh di atas 4% dan impor tumbuh 2%-3%.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here