PMA dan PMDN Menjadi Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Capai 6% Tahun 2018

0
676
Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah menargetkan angka pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 mencapai di atas 6%.

Sekalipun angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 hanya mencapai 4,8%, tahun 2016 mencapai 5,0% dan tahun 2017 di proyeksikan mencapai 5,1%. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 mencapai di atas 6%.

Sekalipun target tersebut tidak mudah, Presiden sampaikan bahwa kita dapat meningkatkan momentum pertumbuhan sehingga dapat mengurangi kemiskinan, kesenjangan dan menciptakan lapangan kerja yang merupakan isu yang sangat urgent.

Untuk mencapai target tersebut ditengah-tengah kondisi perekonomian global yang masih lemah, Kemenkeu memiliki cara untuk fokus pada sumber dalam negeri. Saat ini, sumber pertumbuhan ekonomi yang berasal dari ekspor masih sangat kecil, hanya akan menyumbang tidak lebih dari 1% atau di atas 0%.

Untuk itu, peranan investasi dan konsumsi menjadi sangat penting yang berasal dari konsumsi rumah tangga maupun konsumsi pemerintah, ungkap Sri, Selasa (2/11).

Selain itu, untuk mencapai pertumbuhan 6%, pemerintah juga harus menjaga defisit APBN tidak terlalu besar. Untuk saat ini, sumber yang paling besar dalam mendorong pertumbuhan ini adalah Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanamana Modal Dalam Negeri (PMDN) atau investasi yang berasal dari swasta yang bisa mencapai lebih dari Rp 800 triliun.

Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, dari sisi perbankan dan pasar modal harus dapat menghasilkan sumber dana investasi mencapai Rp 1.300 trilun, sementara dari sisi  Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menurut Menkeu, yang harus melakukan belanja modal diharapkan mendekati Rp 700 trilun. Sehingga tidak semua tekanan untuk mencapai pertumbuhan 6% itu berasal dari pemerintah.

Ditambah dengan seluruh regulasi dan berbagai perbaikan untuk meningkatkan investasi menjadi perhatian, meskipun rating Easy of Doing Business (EoDB) sudah membaik, tetapi masih banyak langkah-langkah yang terus perlu diperbaiki, sehingga dapat mendorong konsumsi dapat meningkat diatas 5%, maka inflasi harus dijaga di bawah 4% untuk sampai tahun 2018.

Dari sisi sektor, yang dapat menjadi faktor pendorong adalah sektor pertanian, perikanan dan perhutanan dengan harapan dapat tumbuh di atas 5% – 5,4%.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here