Pesan Presiden Kepada Kopassus, Perekat Kemajemukan dan Menjaga Persatuan Indonesia

0
2856
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan bagi pasukan Komando Pasukan Khusus di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo menyampaikan agar para perwira dan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dapat menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Presiden sampaikan bahwa untuk memperjuangkan persatuan dan kesatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan adalah mutlak.

Keragaman tak semestinya membuat Indonesia menjadi terpecah belah. Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan kepada Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Lapangan Upacara Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11).

Saya sebagai Panglima Tertinggi memerintahkan kepada para perwira dan prajurit Kopassus untuk menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia, ungkapnya di hadapan 1.217 prajurit.

Karena hanya dengan itu, Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk yang kuat dan solid. Saya ingin mengingatkan bahwa para pahlawan kesuma bangsa, para pendiri Tentara Nasional Indonesia seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman, mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan kemerdekaan, terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga berpesan agar seluruh prajurit TNI di manapun mereka berada dapat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segala kepentingan pribadi dan golongan lainnya. Prajurit haruslah berdiri tegak di atas semua golongan untuk kejayaan Indonesia.

Para Prajurit TNI yang hadir mendengarkan arahan pagi ini terdiri atas satuan Sandhi Yudha, satuan Para Komando, dan juga satuan Gultor (Penanggulangan Teror). Satuan-satuan tersebut merupakan pasukan yang dapat digerakkan oleh Presiden Joko Widodo selaku panglima tertinggi TNI apabila negara berada dalam bahaya.

Adapun menurut Presiden, Indonesia saat ini tidaklah sedang berada dalam keadaan darurat. Pengarahan yang diberikan kepada para prajurit Kopassus tersebut dimaksudkan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

Jadi di sini ada satuan Sandhi Yudha, satuan Para Komando, dan satuan Gultor. Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan darurat bisa saya gerakkan sebagai Panglima Tertinggi lewat Panglima TNI untuk keperluan-keperluan khusus, ungkap Presiden.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here