Ekspor Turun, Perlu Terobosan Untuk Produk Tekstil RI

0
506

(Vibizmedia – Nasional) Sejumlah menteri Kabinet Kerja bersama Wakil Seskab Bistok Simbolon di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/12) sore, membahas kondisi industri tekstil Indonesia. Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia merupakan industri padat karya yang mampu menyerap banyak sumber daya manusia. Bahkan, industri ini menciptakan lapangan kerja baru di sektor distribusi dan perdagangan.

Menurunnya nilai ekspor industri TPT Indonesia beberapa waktu terakhir mendapat perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dari bulan Januari sampai Oktober 2016 ekspor TPT turun 4,3% dibanding periode yang sama tahun 2015.

“Penurunan itu sejalan dengan kondisi pasar ekspor TPT Indonesia di dunia yang terus menurun, dari 2,13% di tahun 2001 menjadi 1,56% di tahun 2015. Kita masih kalah dibanding Vietnam dan Bangladesh, yang masing-masing menguasai 3,62% dan  4,05% pangsa pasar TPT dunia,” papar Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas tentang Tata Niaga Tekstil dan Produk Tekstil, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/12) sore.

Untuk itu, Presiden memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga (K/L) terkait untuk melakukan langkah-langkah terobosan dalam mengatasi permasalahan yang ada di industri TPT kita. “Harus terus diupayakan kebijakan yang mendukung industri TPT dalam negeri sehingga lebih kompetitif,” tegasnya.

Kebijakan penurunan harga gas untuk keperluan industri ini segera diimplementasikan, karena harga gas memiliki kontribusi signifikan di sisi hulu industri TPT. Demikian juga prosedur importasi bahan baku produksi yang berorientasi ekspor perlu dipermudah.

Sementara terkait dengan penyelundupan dan importasi ilegal, Presiden Jokowi meminta Badan Keamanan Laut (Bakamla), Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Ditjen Bea Cukai, dan Kepolisian memperkuat sinergi untuk mengatasi permasalahan ini.

Journalist : Mytri                                                                                                                                                     Editor      : Mark Sinambela

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here