Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 9,82 Persen di Triwulan III 2016

0
606
Hasil Olahan Buah Menjadi Minuman dalam Festival Buah Nasional 2015 di Institut Pertanian Bogor. FOTO : SETPRES/EDITIA

(Vibizmedia – Nasional) Industri makanan dan minuman (mamin) nasional terus menunjukkan kinerja positif , yakni tumbuh 9,82 persen atau sebesar Rp192,69 triliun pada triwulan III 2016.

Pertumbuhan industri mamin ini terutama didorong kecenderungan masyarakat khususnya kelas menengah ke atas yang mengutamakan konsumsi produk-produk makanan dan minuman yang higienis dan alami.

“Industri makanan dan minuman menduduki posisi strategis dalam penyediaan produk siap saji yang aman, bergizi dan bermutu,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di Jakarta, Selasa (6/12).

Industri yang berperan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat ini dituntut untuk menerapkan cara pengolahan dan sistem manajemen keamanan pangan yang baik mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, serta distribusi sampai dengan perdagangannya.

Industri makanan dan minuman juga mempunyai peranan penting dalam pembangunan sektor industri. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non migas merupakan yang terbesar dibandingkan subsektor lainnya yang mencapai 33,6 persen pada triwulan III tahun 2016.

“Dengan pertumbuhan 9,82 persen, sektor ini menopang sebagian besar pertumbuhan industri non migas dengan pertumbuhan mencapai 4,71 persen,” ungkap Panggah.

Sementara itu, sumbangan nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-September 2016 mencapai 17,86 miliar dolar AS. Capaian ini membuat neraca perdagangan masih positif bila dibandingkan dengan nilai impornya pada periode yang sama sebesar 6,81 miliar dolar AS.

Dilihat dari perkembangan realisasi investasi sektor industri makanan, sampai dengan triwulan II tahun 2016 sebesar Rp 24 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar 1,6 miliar dolar AS.

GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia) beserta seluruh anggotanya tetap berupaya keras dan bekerja sama dengan pemerintah agar pertumbuhan industri yang dicapai saat ini dapat terus dipertahankan, terlebih lagi ditingkatkan, sehingga sektor industri makanan dan minuman akan menjadi penggerak utama industri nasional.

Panggah juga mengingkatkan, perkembangan industri makanan dan minuman ke depan menghadapi tantangan yang cukup berat, khususnya dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Oleh sebab itu, industri makanan dan minuman Indonesia harus siap dan mampu bersaing dengan produk-produk makanan dan minuman dari negara ASEAN.

Mytri/ Journalist/VMN
Images : Vibizmedia/ Rully
Editor : Rully S

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here