Butuh Terobosan Untuk Mengurangi Kemiskinan, Kesenjangan sosial, Maupun Pengangguran

0
514

(Vibizmedia – Nasional)  Dalam kata sambutan yang diberikan Presiden Joko Widodo dalam acara Deklarasi Pemagangan Nasional di Karawang, Jumat (23/12). Jokowi mengatakan bahwa kunci dalam memenangkan kompetisi ini sudah tidak bisa tidak pernah ada kemampuan. Tenaga Kerja Indonesia harus bisa langsung bekerja setelah lulus dari lembaga pendidikan perlu diingat bahwa dalam menghadapi kompetisi secara kualitas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja Indonesia pada Agustus 2016 mencapai 125,44 juta orang dari 189,10 juta penduduk Indonesia di usia kerja. Dari angka tersebut, 60.24% lulusan SD/SMP, 27.52% lulusan SMA/SMK, dan 12.24% lulusan diploma/universitas.

Dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia ini jangan disia-siakan, tetapi perlu peningkatan kualitas skill, serta kualitas SDM. Maka program pemagangan diluncurkan sebagai  tindak Ianjut Penandatanganan Nota Kesepahaman yang sudah dilakukan tanggal 24 April 2016 yang Ialu. Program ini dilatarbelakangi kesepahaman kedua belah pihak untuk memberikan keterampilan kepada para pencari kerja.

Pemagangan ini akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan pelaku usaha dalam meningkatkan kapabilitas serta daya saing pekerja Indonesia agar dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan data BPS (2015) menunjukan bahwa terdapat lebih dari 7 juta angkatan kerja yang belum mempunyai pekerjaan, sementara di saat yang sama dunia usaha mengalami kesulitan untuk merekrut tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dan siap pakai.

Oleh karena itu, program pemagangan ini sangat berguna sebagai  jembatan antara kebutuhan dunia industri dan para pencari kerja.  Melalui skema yang dibuat, akan membuat pasar tenaga kerja di Indonesia bisa bertumbuh dan akan memperkecil kesenjangan sosial, mengurangi pengangguran serta mengurangi jumlah kemiskinan yang ada.

Maka target dari program ini adalah mampu untuk meningkatkan skill bagi tenaga kerja yang berpendidikan rendah, sehingga ini menjadi kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk dapat melakukan lompatan kemajuan mengejar ketertinggalan 3 negara-negara yang lain, mayoritas yang ada di Asian Forum.

Journalist : Lea
Editor      : Mark Sinambela

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here