⁠⁠⁠Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Perangi Sebaran Berita Bohong

0
1803
Presiden Joko Widodo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna pertama, Rabu, 4 Januari 2017 di ruang Garuda, Istana Bogor (Photo: Mark Sinambela/ Vibizmedia)

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk bersama dengan pemerintah menghadapi tantangan-tantangan yang muncul di era keterbukaan publik.

Berita bohong atau dalam istilah media massa maupun media sosial yang sering kita dengar adalah “Hoax”. Kata ini memang sedang menjadi perbincangan hangat karena dianggap meresahkan publik dengan informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya. Darimana kata ini berasal? Istilah hoax, atau kabar bohong, menurut Lynda Walsh dalam buku “Sins Against Science”, merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang dikenal sejak tahun 1808. Asal kata “hoax” adalah “hocus” serupa “sim salabim”.

Penyebaran berita bohong sebagai tantangan, belakangan memang makin mengkhawatirkan. Hal seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lainnya.

“Saya kira kita berhadapan dengan masalah keterbukaan ini ya seperti itu. Ya kita hadapi karena semua negara juga menghadapi itu,” terang Presiden usai mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017 pada Minggu, 22 Januari 2017.

Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan Kepala Negara guna mencari solusi terbaik dalam mengatasi fenomena yang utamanya menyebar lewat media sosial tersebut. Bahkan, Kepala Negara tak kenal lelah untuk mengajak masyarakat di tiap kesempatan kembali kepada nilai-nilai dasar yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Masyarakat kita harus mulai membangun sebuah budaya baru, membangun sebuah nilai-nilai kesopanan, nilai-nilai kesantunan dalam kita berucap, dalam kita menyampaikan ujaran-ujaran di media sosial. Jangan menghasut, jangan memfitnah, jangan menyebarkan kabar bohong, jangan menyebarkan ujaran kebencian,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo optimis bahwa pemerintah bersama dengan masyarakat mampu menangkal sebaran berita bohong. Sebab, pihaknya selalu menekankan optimisme kepada rakyatnya.

“Kalau saya bekerja itu selalu membangun sebuah optimisme, bekerja itu selalu mendorong masyarakat untuk bergerak lebih optimis,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here