Surplus Neraca Perdagangan Triwulan I 2017 Melejit Dibanding Triwulan I 2016

0
1542
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – National) Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan surplus neraca perdagangan Triwulan I 2017 naik berlipat ganda dibandingkan surplus Triwulan I 2016. Surplus selama Januari-Maret 2017 mencapai USD 3,9 miliar sedangkan surplus periode Januari-Maret 2016 sebesar USD 1,6 miliar.

Surplus tersebut dihasilkan dari surplus perdagangan nonmigas yang meningkat lebih dari 300% menjadi USD 6,5 miliar dikurangi defisit perdagangan migas yang mencapai USD 2,6 miliar.

“Surplus neraca perdagangan selama Triwulan I 2017 mencapai USD 3,9 miliar atau naik lebih dari dua kali lipat dari surplus Januari-Maret tahun lalu,” ungkap Mendag. Surplus ini, lanjut Mendag, juga disokong oleh kinerja perdagangan Maret 2017. Neraca perdagangan nonmigas Maret 2017 mengalami surplus USD 2 miliar, sementara neraca perdagangan migas defisit USD 0,8 miliar, sehingga menyebabkan surplus neraca perdagangan Maret 2017 secara total mencapai USD 1,2 miliar.

Mitra dagang penyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar selama Januari-Maret 2017 adalah India, Amerika Serikat, Filipina, Belanda, dan Pakistan dengan jumlah mencapai USD 7,5 miliar. Sementara RRT, Thailand, Australia, Korea Selatan, dan Prancis merupakan mitra dagang yang menyebabkan defisit terbesar yang jumlahnya mencapai USD 5,2 miliar.

Ekspor bulan Maret 2017 mencapai USD 14,6 milliar atau naik 23,6% dibanding bulan yang sama tahun lalu. Kenaikan ekspor didorong oleh peningkatan ekspor sektor migas dan nonmigas. Ekspor migas meningkat 19,5% menjadi USD 1,5 miliar, sedangkan ekspor nonmigas naik 24% menjadi USD 13,1 miliar.

Peningkatan ekspor selama triwulan I 2017 tersebut didukung oleh kenaikan ekspor nonmigas sebesar 21,6% dan ekspor migas sebesar 14,1%.

Impor selama bulan Maret 2017 mencapai USD 13,5 miliar atau meningkat 18,2% dibanding Maret 2016. Peningkatan impor dipicu oleh kenaikan impor migas sebesar 45,7% menjadi USD 2,3 miliar dan kenaikan impor nonmigas sebesar 13,8% menjadi USD 30,1 miliar. Dengan demikian, impor Januari-Maret 2017 mencapai USD 36,7 miliar atau naik 14,8% (YoY).

Kenaikan nilai impor selama tiga bulan pertama tahun ini didorong oleh kenaikan impor seluruh jenis barang. Impor bahan baku/penolong naik sebesar 18,1%, dan impor barang modal naik sebesar 6,5%, serta barang konsumsi naik sebesar 4,7%. “Kenaikan impor bahan baku/penolong dan barang modal di bulan-bulan pertama tahun ini menunjukkan sinyal positif terjadinya pertumbuhan industri domestik. Sementara itu, kenaikan impor barang konsumsi merupakan antisipasi terhadap permintaan menjelang Puasa dan Lebaran,” kata Mendag.

Journalist: Mytri                                                                                                                                              Editor: Mark Sinambela                                                                                                                                 Source: setkab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here