Kerja Sama Perdagangan Komoditas Pertanian Indonesia-Filipina

0
4656

(Vibizmedia – National) Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan pertemuan dengan Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Lumen B Isleta dalam rangka membahas rencana kerja sama bidang pertanian dan perdagangan.
Menurut Mentan, Filipina meminta Indonesia untuk mengimpor nanas dari negaranya terutama setelah pembukaan jalur pelayaran dari Davao City menuju Sulawesi Utara.

“Mereka (Filipina) mengharapkan kita (Indonesia) mengimpor nanas dari Filipina, tetapi kami sampaikan, kami pertimbangkan karena Indonesia saat ini sudah swasembada bahkan sudah ekspor nanas dan bawang merah,” ujar Mentan usai pertemuan tersebut di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (14/6).

Sebaliknya, Indonesia menawarkan ekpor bawang merah, jagung, dan crude palm oil (CPO) ke Filipina. Berbagai komoditas ini akan diangkut dengan kapal Roll on Roll off (RoRo) rute Bitung-Davao yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Rodrigo Duterte.
“Harapan kita ini, (Kapal Roro) jangan kosong pada saat datang dan juga pada saat pulang sehingga ini menguntungkan kedua belah pihak,” kata Amran.

Meski Indonesia sudah mengekspor 250 ribu ton jagung tahun lalu ke Filipina, peluang ekspor yang dapat dijajaki yakni buah kelapa dari Sulawesi Utara. Sementara itu, Filipina akan menawarkan impor buah-buahan, seperti durian.
Ia menambahkan saat ini peluang ekspor jagung dari Indonesia ada pada dua negara, yakni Malaysia dan Filipina sebesar 4 juta ton dengan potensi nilai investasi dari keduanya Rp12-15 triliun. “Kita doakan karena jagung tergantung iklim, yang terpenting sekarang ada dua peluang negara tetangga kita. Khusus kerja sama jagung, kami dorong karena dia impor 1,2 juta ton setiap tahun,” kata Amran.

Journalist : Mytri
Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here