Indeks Persaingan Global Indonesia 2017 Peringkat 36, Presiden Dorong Pelaku Usaha dan Masyarakat Terus Optimis

0
954
Presiden meninjau salah satu booth dalam pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 tahun 2017 di Nusantara Hall Indonesia, Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Nilai ekspor Indonesia periode Januari – Agustus 2017 mencapai USD 108,79 miliar. Menunjukkan peningkatan sebesar 17,58%, sedangkan ekspor non migas Januari – Agustus 2017 mencapai USD 98,76 miliar, meningkat 17,73% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 tahun 2017 di Nusantara Hall Indonesia, Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Presiden Jokowi sampaikan bahwa peningkatan nilai expor Indonesia lumayan tinggi bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, terangnya.

Pencapaian tersebut merupakan perpaduan kerja sama beriringan antara eksportir, swasta, dunia usaha dengan pemerintah, dan tentu saja juga karena adanya pembangunan infrastruktur konektivitas yang telah dipercepat pemerintah dalam 3 tahun terakhir ini.

Selain itu, Presiden juga menunjukkan bukti dalam peringkat indeks persaingan global atau Global Competitiveness Index, dimana posisi Indonesia pada 2017 berada di peringkat ke-36 dari 137 negara atau naik 5 peringkat dibanding tahun 2016 lalu yang masih berada di peringkat 41.

Berdasarkan World Economic Forum, kondisi Indonesia ini sama seperti yang dialami Korea Selatan (Korsel) saat pertama bangkit menuju negara industri dunia, terang Presiden.

Untuk itu dirinya mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk percaya diri dan optimis mendengar kenaikan indeks peringkat-peringkat tersebut.

Kalau ada masalah, Presiden mengajak untuk diselesaikan. Kalau masih ada yang harus diperbaiki ya harus kita perbaiki, dibenahi. Tetapi ia menegaskan, bahwa ke depan kita semuanya harus optimistis, tegasnya.

Momentum kuat ini harus kita maksimalkan agar perdagangan Indonesia benar-benar menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi kita, ungkap Presiden.

Menurutnya kunci pertumbuhan ekonomi adalah pada ekspor dan investasi juga. Tanpa dua hal ini, tidak mungkin perekonomian kita ikut meningkat.

Dalam upaya meningkatkan keduanya, dirinya mendorong jajarannya untuk memperhatikan kualitas produksi dan pengiriman barang harus dijaga ditingkatkan.

Lanjutnya pembeli itu memperhatikan aspek, spesifikasi barang harus sesuai pesanan, on budget, artinya harga harus kompetitif dan cocok dengan anggaran dari pemesan; ontime, pengantaran barang harus tepat waktu,barang harus diantar tepat waktu.

Selain itu, Indonesia harus terus membuka dan tembus pasar-pasar non tradisional. Kawasan pasar baru yang harus dibuka, misalnya Afrika, Turki, Arab Saudi, Pakistan, India, dan lainnya, terangnya.

Journalist : Rully

Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here